WASHINGTON, KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku kesal Kongres selalu berupaya membatasi kewenangannya dalam perang.
Sejak perang dengan Iran dimulai pada 28 Februari lalu, Kongres AS dari Demokrat terus berupaya membatasi kekuasaan Trump dalam perang.
Namun, upaya tersebut kerap digagalkan Senat AS, yang sebagian besar diisi oleh Republikan.
Baca Juga: Ghalibaf Ledek Trump yang Sebut Blokade AS atas Iran Efektif, Sentil Pete Hegseth
“Mereka terus-menerus menyerang wewenang perang,” kata Trump di Gedung Oval, Kamis (30/4/2026) dikutip dari CNN.
“Saya tengah bernegosiasi dengan Iran, dan setiap pekan, setiap tiga hari, mereka memasukkan klausul perang harus dihentikan,” ucapnya.
Berdasarkan Resolusi Kekuatan Perang, undang-undang pasca perang Vietnam, menetapkan batas waktu 60 hari untuk penggunaan kekuatan militer tanpa otorisasi Kongres.
Perang Iran akan mencapai batas waktu 60 hari tersebut, Jumat (1/5/2026), tetapi ada beberapa kebingungan di Kongres mengenai tanggal pasti batas waktunya.
Beberapa anggota parlemen mengatakan batas waktu 60 hari dimulai dari tanggal dimulainya permusuhan, yang berarti batas waktunya adalah 29 April.
Sementara yang lain mengutip teks UU tersebut, berpendapat batas waktunya adalah 60 hari kalender dari tanggal Gedung Putih secara resmi memberi tahu Kongres, yang berarti batas waktunya adalah 1 Mei.
Penulis : Haryo Jati Editor : Desy-Afrianti
Sumber : CNN
- donald trump
- kongres
- amerika serikat
- kewenangan perang
- senat





