Jakarta: Pimpinan DPR RI menerima audiensi peserta unjuk rasa (unras) hari buruh di Gedung DPR RI, Jakarta. Salah satu permasalahan utama yang dibahas ialah soal penertiban kawasan hutan.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menjelaskan, permasalahan di kawasan hutan terjadi karena Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) belum terinfo di kawasan hutan itu ada petani dan pemukiman tempat tinggal buruh. Mereka bertugas hanya melakukan penertiban.
"InsyaAllah nanti kita akan komunikasikan. Jadi ini masalah komunikasi dan masalah kewenangan yang harus kita dudukkan, kita letakkan pada tupoksinya masing-masing. Itu memang tugas kami," kata Dasco kepada para buruh saat menerima audiensi di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat, 1 Mei 2026.
Baca Juga :
Aksi May Day di DPR, Ini Sejumlah Tuntutan BuruhPimpinan DPR RI menerima audiensi peserta unjuk rasa (unras) hari buruh di Gedung DPR RI, Jakarta. Foto: Tangkapan Layar
Nantinya, kata Dasco, akan dibuat command center yang digabung dengan pimpinan Komisi III. Sehingga, tidak ada lagi peristiwa yang tak terinfo kepad ke DPR, seperti terjadi penangkapan hingga permasalahan petani dengan perusahaan-perusahaan.
"Sehingga, kalau nanti dibentuk semacam command center begitu kayak kemarin kan kalau kita dapat informasinya kita juga responsnya cepat supaya bisa dilakukan mitigasi-mitigasi yang dianggap perlu," ungkap politisi Partai Gerindra itu.
Dasco meminta sejumlah pihak baik Pansus Agraria, yang dipegang Saan Mustopa dan Command Center yang dikendalikan Komisi III, hingga para buruh tidak kapok untuk duduk bersama lagi. Pertemuan selanjutnya akan menginventarisasi, mana yang urgen untuk segera ditindaklanjuti.




