JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya melakukan rekayasa lalu lintas di sekitar area Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, saat peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day, Jumat (1/5/2026).
Kabag Bin Opsnal Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Robby Hefados mengatakan, kepadatan arus lalu lintas saat ini masih terpantau di sejumlah titik.
“Betul, untuk saat ini yang masih padat yaitu di Jalan Merdeka Timur, termasuk juga dari Tugu Tani sampai dengan Kedubes (Kedutaan Besar) AS. Untuk Merdeka Barat, Merdeka Selatan, dan Merdeka Utara masih cukup kondusif,” ujar Robby dalam keterangan tertulisnya, Jumat.
Baca juga: Said Iqbal Sampaikan 11 Tuntutan Buruh ke Prabowo: Minta Pensiun Tak Kena Pajak
Menurut dia, kepadatan terjadi akibat tingginya mobilitas massa buruh yang datang menggunakan bus dan turun di sejumlah pintu masuk Monas, di antaranya Pintu Gambir dan Pintu Monas.
“Termasuk juga masyarakat yang berjalan kaki menuju Masjid Istiqlal,” katanya.
Untuk mengurai kemacetan, polisi memberlakukan pengalihan arus di sejumlah ruas jalan.
Salah satunya di Jalan Medan Merdeka Selatan yang mengarah ke MH Thamrin dialihkan lurus ke arah Medan Merdeka Timur.
Sementara di kawasan Patung Kuda, arus kendaraan juga diluruskan menuju arah Sudirman–Thamrin, dengan opsi belok kiri di Kebon Sirih atau Sarinah.
Robby menyebut, terdapat tiga titik utama lokasi penyampaian pendapat yang memicu kepadatan lalu lintas, yakni di area Patung Kuda, depan Gedung Pertamina, dan depan Kedubes AS.
Baca juga: 9 Jam Perjalanan, 1 Harapan: Suara Buruh Cilacap Hadiri May Day Monas
“Untuk kendaraan yang mengarah ke Kedubes AS tidak diizinkan. Arus dari Merdeka Barat kita luruskan ke selatan, dan yang menuju Kedubes AS kita alihkan ke Merdeka Timur,” jelasnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Jalan Medan Merdeka Selatan dari dua arah ditutup sementara.
Sejumlah kendaraan peserta aksi tampak parkir di badan jalan hingga trotoar.
Tak hanya itu, sepeda motor juga terlihat memenuhi area trotoar, sehingga mengganggu pejalan kaki yang melintas di sekitar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang