Jakarta, tvOnenews.com - Puluhan ribu buruh memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026).
Perayaan May Day ini dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah pejabat lainnya.
Presiden Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Ely Rosita menyampaikan pihaknya menuntut sistem outsourching dihapus.
“Kami percaya bahwa Bapak akan melihat kami sebagai kaum yang sangat membutuhkan tentang peraturan kontrak, pengupahan, dan outsourcing itu akan segera disahkan,” kata Ely di lokasi.
Selain itu, pihaknya juga mendesak Prabowo menandatangani Konvensi ILO No. 188 tentang Pekerjaan dalam Penangkapan Ikan.
Adapun konvensi tersebut berisi untuk memberikan jaminan keselamatan, hak, dan perlindungan kepada awak kapal perikanan.
“Tadi malam saya bermimpi Bapak itu menandatangani sebuah konvensi. Konvensi itu sepertinya (nomor) 188,” jelas Ely.
“Kami tidak tidur, kemungkinan ini mimpi saya akan menjadi kenyataan hari ini. Saya berharap Bapak akan menandatangani konvensi 188 tentang perikanan,” lanjutnya.
Ely menambahkan pihaknya juga mendesak Prabowo meratifikasi Konvensi No. 190, di mana konvensi ini dibuat untuk menghapus kekerasan berbasis gender, pelecehan dan kekerasan di dunia kerja.
“Saya mohon Bapak, Bapak harus memiliki statement. Sekarang 54 negara di seluruh dunia telah meratifikasi setelah menjadi Konvensi Tahun 2019. Saya berharap tahun ini Bapak setuju untuk meratifikasi dan kita adalah negara yang ke-55,” jelas Ely.
Selain itu, para buruh juga mendesak agar pemerintah membuat aturan terkait K3 untuk pekerja ojek online (ojol).
“Tolong diperhatikan ojol Pak peraturannya, tolong diperhatikan juga tentang K3. Hanya itu yang bisa saya sampaikan kepada Bapak,” tandas Ely. (saa/ree)




