Pantau - PT Pertamina Patra Niaga mencatat penurunan emisi lebih dari 13 ribu ton CO2e hingga Maret 2026 melalui implementasi green shipping dalam distribusi energi nasional.
Strategi Efisiensi Armada dan Teknologi Ramah LingkunganDirektur Armada Logistik PT Pertamina Patra Niaga Arif Yunianto mengatakan penurunan emisi tersebut dicapai melalui optimalisasi operasional dan pemanfaatan teknologi efisien.
“Melalui optimalisasi operasional dan pemanfaatan teknologi yang lebih efisien, kami tidak hanya menekan emisi, tetapi juga memastikan keandalan distribusi energi nasional tetap terjaga,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kontribusi terbesar berasal dari penerapan speed optimization yang menurunkan emisi sebesar 8.161 ton CO2e serta penggunaan desain kapal ramah lingkungan (eco ship design) yang menekan emisi hingga 4.862 ton CO2e.
Implementasi Green Shipping TerintegrasiArif menuturkan implementasi green shipping dilakukan secara menyeluruh mulai dari pengaturan kecepatan pelayaran, pemilihan rute efisien, hingga penggunaan teknologi kapal yang hemat energi.
Pendekatan ini memungkinkan pengurangan konsumsi bahan bakar sekaligus menekan emisi secara signifikan.
Selain itu, perusahaan juga menerapkan sistem pemantauan energi terintegrasi untuk mengevaluasi performa operasional kapal secara berkelanjutan.
Upaya tersebut diperkuat dengan pemeliharaan badan kapal untuk mengurangi hambatan saat berlayar serta pengelolaan limbah dan air kapal secara bertanggung jawab.
Melalui langkah ini, Pertamina menegaskan komitmennya dalam mendukung transisi energi nasional dan mendorong sektor maritim yang lebih ramah lingkungan.



