JAKARTA, KOMPAS.com - Massa buruh menegaskan, aksi May Day 2026 di depan Gedung DPR RI bukan bentuk penolakan terhadap pemerintahan saat ini.
Ketua Umum Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Sunarno mengatakan, keputusan tersebut diambil sebagai bentuk protes atas kondisi ketenagakerjaan yang dinilai masih buruk.
“Pada kesempatan hari ini, memang kami sengaja melakukan aksi di gedung DPR, tidak di Monas bersama Presiden. Kami juga diundang, tapi bukan berarti kami apa, membenci pemerintahan dan lain sebagainya,” kata Sunarno, saat audiensi dengan pimpinan DPR RI, Jumat.
“Tapi, dengan situasi yang terjadi saat ini atau kondisi ketenagakerjaan yang ada saat ini masih sangat buruk, artinya kami masih ingin menyuarakan apa yang menjadi aspirasi dari kawan-kawan di grassroot,” kata Sunarno.
Baca juga: Prabowo Ingin Bangun “Kota Baru” untuk Kaum Buruh
Dia mengatakan, massa aksi di DPR RI berasal dari berbagai elemen yang tergabung dalam Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak).
Aliansi ini terdiri dari beragam organisasi buruh, masyarakat sipil, hingga mahasiswa.
“Kami dari aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat yang terdiri dari berbagai macam organisasi. Dari serikat buruh, ada kawan dari Konfederasi KASBI, ada dari FSBM, ada Sindikasi pekerja media dan industri kreatif, ada kawan-kawan FSPM, lalu juga ada kawan-kawan KSN. Lalu juga ada Serikat Pekerja Kampus dan juga ada Pekerja Medis dan Kesehatan, lalu juga ada kawan-kawan FPBI,” ujar Sunarno.
Selain itu, aliansi tersebut juga melibatkan kelompok petani, mahasiswa, serta organisasi non-pemerintah (NGO).
“Lalu juga ada kawan-kawan dari petani, beberapa serikat petani yang tergabung dalam konsorsium pembaruan agraria di beberapa daerah. Lalu juga ada kawan-kawan dari mahasiswa, ada kawan-kawan dari LMND, SMI dan Sempro. Lalu juga ada kawan-kawan perwakilan dari organisasi masyarakat, NGO, ada YLBHI, LBH Jakarta, ada KontraS, ada Walhi, ada Greenpeace, dan mungkin beberapa organisasi yang lainnya,” kata dia.
Baca juga: Prabowo: Potongan Ojol Harus di Bawah 10 Persen
Menurut Sunarno, aksi di depan DPR bertujuan menyuarakan langsung aspirasi buruh dari berbagai sektor, mulai dari industri manufaktur hingga tenaga kesehatan dan pendidik.
“Baik di industri manufaktur, di kawasan-kawasan industri, di perkebunan, di pertambangan, tenaga medis, tenaga kesehatan, tenaga pendidik, dan lain sebagainya,” ucap dia.
Penjelasan tersebut disampaikan Sunarno setelah Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan salam yang dititipkan Presiden Prabowo Subianto kepada dirinya.
“Mohon maaf agak terlambat, tadi Saya menerima telepon dari Bapak Presiden. Walaupun tadi kawan-kawan tidak bersama dengan Presiden merayakan hari buruh, titip salam dari Bapak Presiden mengucapkan selamat hari buruh buat kawan-kawan sekalian,” kata Dasco.
Untuk diketahui, pimpinan DPR RI menerima audiensi massa buruh yang menggelar demonstrasi di depan Gedung DPR RI dalam rangka peringatan May Day 2026.
Berdasarkan pantauan Kompas.com, perwakilan buruh, organisasi masyarakat, hingga mahasiswa yang tergabung dalam Gebrak diizinkan masuk ke kompleks parlemen dan diarahkan menuju Ruang Abdul Muis di Gedung Nusantara.
Baca juga: Prabowo Subianto Umumkan Indonesia Segera Swasembada BBM
Dalam audiensi tersebut, massa buruh diterima oleh Dasco bersama Wakil Ketua DPR lainnya Cucun Ahmad Syamsurijal, serta pimpinan dan anggota Komisi IX DPR yang membidangi ketenagakerjaan.
Aksi buruh di depan DPR ini digelar untuk mendesak pemerintah dan DPR segera membentuk Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru, terutama setelah adanya putusan Mahkamah Konstitusi terkait Undang-Undang Cipta Kerja.
Sunarno mengatakan, pembentukan UU Ketenagakerjaan baru penting karena menyangkut berbagai aspek krusial bagi pekerja, seperti sistem pengupahan, pesangon, dan status hubungan kerja.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




