Ikut Anjuran Nabi Nuh, Pria AS Punya Harta Rp 214 Triliun

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita
Foto: (AP/Jeff Roberson)

Jakarta, CNBC Indonesia — Kisah miliarder ini menarik perhatian karena sumber inspirasinya tak biasa. Seorang pengusaha asal Amerika Serikat membangun kekayaan ratusan triliun rupiah dengan berpegang pada prinsip hidup yang ia pelajari dari kisah nabi.

Di tengah tekanan dan keraguan dari banyak orang, ia memilih tetap berjalan di jalannya sendiri. Keputusan itu justru menjadi titik balik yang membawanya ke puncak kesuksesan.

Adalah David Steward, pria asal Missouri, Amerika Serikat, yang kini tercatat memiliki kekayaan sekitar US$ 12,4 miliar atau setara Rp 214 triliun menurut Forbes.


Kisah Nabi Nabi Nuh yang menginspirasi David Steward dalam menjalani hidup ialah tak peduli dengan cemoohan orang untuk mengerjakan pekerjaan yang benar. Seperti halnya saat Nabi Nuh mempersiapkan bahteranya untuk menghadapi banjir besar.

Sebagaimana diketahui, kisah ini bermula saat Nabi Nuh mendapat perintah dari Tuhan untuk membuat bahtera karena bakal ada banjir besar yang menghancurkan bumi.

Nabi Nuh lantas membuat bahtera super besar yang bisa menampung manusia, hewan, dan tumbuhan. Selama proses pembuatan, Nabi Nuh mendapat ujaran kebencian dari masyarakat.

Nuh dianggap aneh karena membuat perahu besar di saat kondisi tak ada bencana. Meski dapat cemooh, Nabi Nuh tetap bekerja. Saat perahu itu selesai, banjir besar pun datang. Bahtera tersebut menyelamatkan Nabi Nuh, keluarga, umat, hewan, dan tumbuhan.

"Saat kamu punya ambisi besar, orang cenderung akan meledek kamu. Mereka jadi paling sering bersuara dan sok menilai kamu. Bahwa kamu tidak seharusnya mengejar mimpi dan ambisi kamu," kata Steward kepada Forbes pada 2004 silam.

Sikap seperti Nabi Nuh dilakukannya bukan tanpa sebab. Hidup David Steward sudah diwarnai diskriminasi dan ledekan sejak kecil karena dia orang berkulit hitam dan miskin.

Baca: Dulu Bantu Ibu Jaga Warung di Petojo, Sekarang Punya 23.000 Toko

Saat sekolah dia dipisahkan oleh peraturan segregasi. Hanya karena dia tidak putih, sehingga harus hidup secara terpisah.

Lalu saat sudah dewasa dan ingin memulai bisnis pada 1990-an, dia banyak mendapat cemooh. Hanya saja, gara-gara sudah mempelajari kisah Nabi Nuh pria kelahiran 2 Juli 1951 itu tak gentar.

Dia pantang menyerah. Ia pun nekad melanjutkan ide bisnis agar tak lagi jadi pegawai kantoran.

Saat itu, Steward mendirikan World Wide Technology (WWT) untuk menyediakan layanan teknologi komputer perusahaan. Tahun 1990-an, sektor layanan tersebut memang masih asing, sehingga banyak orang mencemooh tindakannya seperti apa yang terjadi pada Nabi Nuh.

Namun, dia tetap melanjutkan bisnisnya. Ia percaya di masa depan internet bakal jadi primadona.

Singkat cerita, bisnis Steward berjalan jatuh bangun seiring berkembangnya zaman. Hingga akhirnya, kepercayaan Steward tentang bisnisnya dan masa depan komputer benar terbukti.

Kita semua tahu teknologi tersebut benar-benar dibutuhkan orang di dunia. Alhasil, bisnis WWT jadi salah satu yang terkena dampaknya.

Forbes (2022) mencatat WWT sebagai perusahaan swasta terbesar ke-27 di AS dan perusahaan terbesar milik orang kulit hitam. Besar pendapatannya mencapai US$ 17,0 miliar atau sekitar Rp285 triliun.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Laba Emiten Properti Terbelah, Siapa Melejit Siapa Sakit?

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kodaeral IX beri layanan kesehatan gratis pada ERB di Pulau Kur Tual
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
May Day 2026: Emiten Ini Serap Ratusan Ribu Tenaga Kerja
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Catatan Kecil di Hari Buruh: Hal-Hal Kecil yang Tak Boleh Lagi Kita Anggap Kecil
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Nonton Live Streaming BRI Super League di Vidio: Bhayangkara FC Vs Persib Bandung
• 22 jam lalubola.com
thumb
Rincian Harga LPG Nonsubsidi per 1 Mei 2026
• 1 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.