Krakatau Steel Pacu Hilirisasi Baja Nasional

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Krakatau Steel (Persero) Tbk optimistis industri baja nasional semakin mendekati kemandirian di tengah ketidakpastian global. Keyakinan itu ditopang percepatan hilirisasi, penguatan teknologi, dan pemanfaatan bahan baku domestik.

Direktur Utama Krakatau Steel Akbar Djohan mengatakan, momentum tersebut diperkuat dengan dimulainya Proyek Hilirisasi Nasional Fase 2 sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan industri nasional. Proyek itu menjadi bagian dari sembilan proyek strategis nasional yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga
  • Groundbreaking Hilirisasi Perkebunan Perkuat Nilai Tambah dan Ketahanan Nasional
  • Prabowo: Hilirisasi Satu-Satunya Jalan Agar Kita Makmur
  • Prabowo Dorong Hilirisasi Berbasis Teknologi, Utamakan Manfaat untuk Rakyat

Menurut Akbar, Krakatau Steel Group mengambil peran utama melalui pembangunan fasilitas produksi slab baja karbon berkapasitas besar di Cilegon. Perseroan juga mengembangkan fasilitas slab stainless steel di Morowali melalui sinergi dengan mitra strategis di bawah koordinasi Danantara.

“Kolaborasi bersama mitra strategis ini melalui penguatan teknologi mutakhir dan optimalisasi sumber daya lokal akan memperkuat ketahanan industri baja nasional,” kata Akbar dalam siaran pers, Jumat (1/5/2026).

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Akbar menegaskan, pemanfaatan bahan baku domestik menjadi fondasi penting dalam membangun industri baja yang lebih kompetitif. Menurut dia, ketergantungan terhadap pasokan luar negeri harus terus ditekan.

“Pemanfaatan bahan baku domestik adalah kunci utama membangun industri yang mandiri, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Akbar.

Ia menilai hilirisasi juga akan memperkuat rantai pasok nasional agar lebih tangguh menghadapi tekanan global, termasuk potensi gangguan logistik internasional seperti eskalasi konflik di kawasan Selat Hormuz.

Optimalisasi proyek dilakukan di kawasan industri terintegrasi Krakatau Steel di Cilegon dengan dukungan infrastruktur logistik dan energi. Integrasi ini diharapkan meningkatkan efisiensi produksi dan distribusi sekaligus mendongkrak daya saing baja nasional.

Lewat proyek ini, Krakatau Steel juga menargetkan penurunan impor baja secara bertahap melalui optimalisasi aset perusahaan. Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem industri baja terintegrasi dari hulu hingga hilir.

“Krakatau Steel menargetkan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global sekaligus mendukung pembangunan industri berkelanjutan. Dengan langkah tersebut, kemandirian industri baja nasional diyakini semakin kokoh serta mampu memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional,” ujar Akbar.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meresmikan peletakan batu pertama Proyek Hilirisasi Nasional Fase 2 di kawasan Kilang Pertamina RU IV Cilacap pada 29 April. Proyek ini mencakup pembangunan fasilitas slab baja karbon berkapasitas 1,5 juta ton per tahun dengan investasi 200 juta dolar AS serta fasilitas slab stainless steel berkapasitas 1,2 juta ton per tahun di Morowali.

“Hilirisasi adalah jalan utama menuju kemakmuran rakyat. Juga inovasi teknologi, efisiensi, serta kolaborasi lintas sektor demi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan nasional,” ujar Prabowo.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
May Day 2026: Buruh Wanita Usulkan Aturan Jam Kerja Fleksibel dan Boleh Bawa Anak ke Kantor
• 2 jam laludisway.id
thumb
Gempa M 4,5 Terjadi di Manokwari Papua Barat
• 14 jam laludetik.com
thumb
Persaingan Ketat di Zona Juara BRI Super League 2025/2026: Fabio Lefundes Ogah Kehilangan Fokus
• 21 jam lalubola.com
thumb
PSIS Matangkan Rencana Buru Target Promosi Musim Depan: Siapkan Perombakan Skuad, Sosok Pelatih Belum Ditentukan
• 23 jam lalubola.com
thumb
Tentara IDF Bertumbangan Dihajar Drone Hizbullah di Lebanon
• 8 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.