Hari Buruh, Peziarah Padati Makam Marsinah di Sukomoro, Nganjuk

tvonenews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Nganjuk, tvOnenews.com - Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day tahun ini diwarnai dengan membludaknya peziarah di makam pahlawan nasional buruh Marsinah, Jumat (1/5).

Di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, sejak pagi hari, ratusan buruh, LSM dan masyarakat umum berdatangan untuk mendoakan sekaligus mengenang sosok yang menjadi simbol perjuangan hak-hak pekerja di Indonesia tersebut.

Suasana khidmat terasa di area pemakaman. Para peziarah tampak membawa bunga dan menggelar doa bersama. Tak sedikit pula yang mengabadikan momen sebagai bentuk penghormatan atas jasa Marsinah yang gugur dalam memperjuangkan keadilan bagi kaum buruh.

Perwakilan dari KSBSI Kelik Widi Wahyuno menyampaikan, bahwa ziarah ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan upaya menjaga semangat perjuangan yang telah diwariskan Marsinah.

“Semangat Marsinah harus terus hidup. Hari Buruh bukan hanya perayaan, tapi momentum untuk mengingat bahwa perjuangan buruh belum selesai,” ujar Kelik pengurus KSBSI Nganjuk.

Ia menegaskan, masih banyak persoalan ketenagakerjaan yang perlu diperjuangkan, mulai dari upah layak, jaminan sosial, hingga perlindungan hukum bagi pekerja. Oleh karena itu, nilai-nilai keberanian dan keteguhan Marsinah dinilai tetap relevan hingga saat ini.

Kelik menambahkan, bahwa semangat perjuangan Marsinah harus terus hidup di tengah dinamika dunia kerja saat ini. 

“Marsinah adalah ikon perjuangan buruh. Apa yang beliau perjuangkan dulu, masih relevan hingga sekarang. Kami ingin buruh tetap solid dan berani menyuarakan haknya,” tambah Kelik.

Dengan semangat yang terus menyala, KSBSi Nganjuk berkomitmen untuk terus memperjuangkan hak-haknya, sembari menjaga warisan perjuangan Marsinah sebagai inspirasi lintas generasi.

Selain ziarah, kegiatan juga diisi dengan diskusi singkat dan orasi dari berbagai elemen masyarakat. Mereka menyerukan pentingnya solidaritas antar pekerja serta konsistensi dalam memperjuangkan hak-hak buruh secara damai dan konstitusional.

Momentum ini pun menjadi pengingat bahwa perjuangan Marsinah tidak boleh berhenti sebagai sejarah semata, melainkan harus terus digaungkan sebagai inspirasi bagi generasi pekerja masa kini dan mendatang. (kso/hen)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rekayasa Lalu Lintas Sidoarjo Saat May Day Besok, Berikut Sejumlah Pengalihannya
• 20 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Prakiraan Cuaca Sulsel Hari Ini, 1 Mei 2026: Makassar Hujan Ringan Siang hingga Sore, Bagimana di Bone dan Luwu Raya?
• 13 jam laluharianfajar
thumb
Dari Rimba ke Kota, Poret dan Jejak Macan Tutul Jawa Titipkan Pesan Kelestarian
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Sejarah Hari Buruh: Peristiwa di Balik May Day
• 9 jam lalurepublika.co.id
thumb
Tragis! Mobil Rombongan Calon Haji Tertabrak Kereta di Grobogan, 4 Orang Meninggal | KOMPAS PETANG
• 1 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.