JAKARTA - Seorang buruh harian lepas, Maya (41), menyuarakan aspirasinya saat mengikuti peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026). Ia menuntut adanya perbaikan kesejahteraan bagi para pekerja, khususnya soal status kontrak kerjanya.
1. Minta Kepastian Status
"Kalau aku kan kerja sebagai buruh harian lepas. Kita sudah 15 tahun tapi masih standarnya tuh begitu aja. Statusnya tuh kontrak lepas aja gitu," keluh Maya saat ditemui wartawan.
Menurutnya, dengan status harian lepas, ia hanya menerima upah ketika bekerja. Sementara saat tidak bekerja dirinya tidak mendapatkan bayaran sama sekali. Hal tersebut yang membuat penghasilan bulanan tidak menentu.
"Nah seperti itu (kerja dibayar, enggak kerja enggak dibayar-red). Pengennya sih yang kayak (status harian lepas) gitu tuh dihilangin ya. kita sudah 15 tahun masih begini aja gitu," ucap dia.



