Grid.ID – Di hadapan lautan massa yang memadati lapangan Monumen Nasional (Monas), Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato emosional dalam puncak perayaan May Day 2026, Jumat (1/5/2026). Dalam orasi tersebut, Prabowo secara terbuka mengakui bahwa mandat kekuasaan yang ia pegang saat ini merupakan buah dari dukungan masif kaum pekerja.
"Saya merasa bahwa kaum buruh selalu mendukung saya sekian kali, dan saya merasa jadi presiden karena dukungan kaum buruh," ujar Prabowo di atas panggung.
Sumpah untuk Rakyat Kecil
Prabowo menegaskan bahwa kehadirannya di panggung May Day bukan sekadar formalitas kenegaraan, melainkan sebuah penghormatan kepada basis pendukung utamanya. Ia pun mengucap sumpah setia untuk mengawal kepentingan rakyat, terutama mereka yang masih berjuang di bawah garis kemiskinan.
"Saya bertekad, saya bersumpah untuk berjuang untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia dan terutama mereka-mereka yang hidupnya masih sulit. Itu adalah tugas saya, itu adalah tugas pemerintah yang saya pimpin," ujar Prabowi.
"Kami tidak akan gentar, kami tidak akan menyerah, kami tidak akan ragu-ragu untuk membela kepentingan rakyat Indonesia," tegasnya.
Sebagai bukti komitmennya selama satu tahun memimpin, Presiden Prabowo memaparkan pencapaian monumental pemerintahannya bagi dunia ketenagakerjaan. Salah satu yang paling disorot adalah pengesahan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT) yang telah mandek selama 22 tahun.
Tak hanya itu, Prabowo juga menunaikan janji sejarah dengan menetapkan aktivis buruh Marsinah sebagai Pahlawan Nasional dan berencana meresmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, dalam waktu dekat.
Di tengah pujiannya terhadap kejujuran buruh, tani, dan nelayan, Prabowo menyelipkan sindiran keras bagi para oknum pejabat yang menyalahgunakan jabatan. Ia mengaku heran melihat fenomena orang berpangkat tinggi yang justru melakukan korupsi.
"Pengalaman saya, para pekerja, para tani, para nelayan justru yang hidupnya susah, mereka adalah orang-orang yang jujur. Yang saya sedih, orang semakin tinggi pangkat banyak yang semakin nggak jelas. Saya heran semakin pintar, banyak yang pintar... pintar maling!" cetus Prabowo disambut tawa dan tepuk tangan massa.
Prabowo menutup orasinya dengan mengenang latar belakang militernya. Ia mengaku terpanggil membela rakyat sejak usia muda di TNI, namun merasa prihatin karena setelah pensiun pun masih mendapati banyak rakyat yang hidup susah.
"Saya masuk tentara ingin menjaga negara ini, ingin membela rakyat saya. Tapi saya kaget, begitu saya pensiun, saya lihat kok rakyat saya masih banyak yang susah," pungkasnya.
Perayaan May Day 2026 di Monas kali ini disebut-sebut sebagai salah satu yang terbesar dan paling kondusif. Selain kehadiran Presiden, acara ini juga dimeriahkan oleh penampilan deretan musisi ternama seperti Kotak, Kangen Band, Tipe-X, dan masih banyak lagi. (*)
Artikel Asli




