jpnn.com, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengatakan akan membuat kota baru yang berisi sejumlah fasilitas untuk pekerja atau buruh.
Hal itu dia katakan saat orasi di hadapan para buruh saat May Day atau Hari Buruh Internasional di Monumen Nasional (Monas), pada Jumat (1/5) malam.
BACA JUGA: Momen Prabowo Melemparkan Kemeja Seusai Berorasi pada Hari Buruh di Monas
Dia menuturkan bahwa di kota tersebut bakal dibangun klaster yang dekat dengan kawasan industri atau tempat pekerja.
“Saya sudah rencanakan kita akan bikin kota-kota baru. Tiap kota mungkin terdiri dari 100 ribu rumah, rumah susun 100 ribu,” ucap Prabowo.
BACA JUGA: Prabowo Janjikan Biaya Aplikator Ojek Online di Bawah 10 Persen
Selain itu, Prabowo memerintahkan harus ada sekolah, fasilitas olahraga, daycare, rumah sakit dan yang paling penting adalah transportasi.
“Entah kereta api ringan, bus supaya pekerja bisa masuk ke pekerjaan dengan lancar dan baik, dan saudara-saudara kita akan coba bahwa nanti buruh yang diberi kartu bisa naik transportasi dengan harga yang sangat ringan,” jelasnya.
BACA JUGA: Presiden Prabowo Mendengar Keluh Kesah Akar Rumput, Petani SWB Indonesia Berikan Dukungan
Adapun, dalam pidatonya, Prabowo menyebutkan pemerintah telah membuat kebijakan pro buruh. Salah satunya dengan dengan mengangkat Marsinah sebagai pahlawan nasional.
“Dan bulan ini juga saya akan berangkat ke Nganjuk Jawa Timur, untuk meresmikan museum perjuangan buruh yang diberi nama museum Marsinah,” ucap Prabowo.
Selain itu, pemerintah juga mensahkan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT) setelah 22 tahun.
“UU PPRT belum pernah ada, selama ini pekerja-pekerja rumah tangga entah dibayar upah berapa, tidak jelas. Sekarang, pertama kali dalam sejarah NKRI kita sahkan UU PPRT,” kata dia.
Prabowo juga mengaku sudah mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2026, Tentang Pembentukan Satuan Tugas Mitigasi Pemutusan Hubungan Kerja dan Kesejahteraan Buruh.
“Jangan khawatir, kita akan membela kepentingan buruh yang diancam PHK, kita akan membela dan kita akan melindungi. Kalu ada pengusaha yang menyerah, jangan khawatir negara kita kuat,” tuturnya. (mcr4/jpnn)
Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:
Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi




