Ambon (ANTARA) - BKKBN Perwakilan Provinsi Maluku bersama Ikatan Bidan Indonesia (IBI) setempat membuka layanan Keluarga Berencana (KB) serentak di seluruh fasilitas kesehatan (Faskes) teregistrasi dalam Sistem Informasi Keluarga (Siga) guna memastikan kesehatan ibu dan anak tetap terjaga.
Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Maluku Mauliwaty Bulo di Ambon, Jumat, mengatakan bahwa layanan KB serentak menjadi langkah strategis untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan reproduksi yang berkualitas.
“Pelayanan KB sangat penting untuk memastikan kesehatan ibu dan anak, karena membantu merencanakan kehamilan yang aman, mengatur jarak kelahiran, serta menurunkan risiko kematian ibu dan bayi. Layanan ini tersedia hingga 22 Mei 2026,” ujarnya.
Baca juga: BKKBN optimalkan peran Kampung KB kembangkan program Bangga Kencana
Ia menambahkan melalui layanan KB, pasangan usia subur dapat memperoleh edukasi dan akses terhadap metode kontrasepsi yang tepat, sehingga mampu menghindari kehamilan berisiko tinggi, seperti kehamilan terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat, maupun terlalu banyak.
Ia menjelaskan bahwa upaya ini juga mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dini, karena anak yang lahir dari perencanaan yang baik cenderung mendapatkan perhatian kesehatan dan gizi yang optimal.
Dalam pelaksanaannya, Kepala BKKBN Maluku mengunjungi pelayanan KB serentak dalam rangka Hari Ulang Tahun Ikatan Bidan Indonesia (IBI) di Klinik TPMB Bidan Vivin, Ongkoliong, Kota Ambon. Kegiatan ini juga dihadiri Sekretaris DPPKB Kota Ambon Jeremias Alexander Aponno serta Ketua IBI Maluku.
Momentum ini menjadi bagian dari Bulan Bhakti IBI, peringatan International Day of the Midwife (IDM), HUT ke-75 IBI, serta Pekan Imunisasi Dunia melalui program Indonesia Bebas Zero Dose.
Menurut Mauliwaty, kolaborasi antara BKKBN dan tenaga bidan menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak di daerah.
“Melalui kolaborasi ini, bidan tidak hanya memberikan pelayanan KB, tetapi juga imunisasi, sebagai wujud komitmen bersama dalam meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak,” katanya.
Baca juga: Kepala BKKBN Pusat ajak warga Maluku Utara ikut KB
Baca juga: BKKBN galakkan KB di Maluku Utara percepat penurunan stunting
Ia menegaskan bahwa peran bidan sangat vital sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan berbasis hak yang berpusat pada perempuan dan anak.
“Dunia membutuhkan lebih dari sejuta bidan. Bidan Indonesia terus memperkuat kepemimpinan dalam pelayanan kebidanan yang berorientasi pada perempuan dan anak serta siap mengawal terwujudnya Generasi Emas 2045,” ujar dia.
BKKBN Maluku berharap melalui layanan KB serentak ini, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keluarga semakin meningkat, sehingga mampu menciptakan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas.
Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Maluku Mauliwaty Bulo di Ambon, Jumat, mengatakan bahwa layanan KB serentak menjadi langkah strategis untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan reproduksi yang berkualitas.
“Pelayanan KB sangat penting untuk memastikan kesehatan ibu dan anak, karena membantu merencanakan kehamilan yang aman, mengatur jarak kelahiran, serta menurunkan risiko kematian ibu dan bayi. Layanan ini tersedia hingga 22 Mei 2026,” ujarnya.
Baca juga: BKKBN optimalkan peran Kampung KB kembangkan program Bangga Kencana
Ia menambahkan melalui layanan KB, pasangan usia subur dapat memperoleh edukasi dan akses terhadap metode kontrasepsi yang tepat, sehingga mampu menghindari kehamilan berisiko tinggi, seperti kehamilan terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat, maupun terlalu banyak.
Ia menjelaskan bahwa upaya ini juga mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dini, karena anak yang lahir dari perencanaan yang baik cenderung mendapatkan perhatian kesehatan dan gizi yang optimal.
Dalam pelaksanaannya, Kepala BKKBN Maluku mengunjungi pelayanan KB serentak dalam rangka Hari Ulang Tahun Ikatan Bidan Indonesia (IBI) di Klinik TPMB Bidan Vivin, Ongkoliong, Kota Ambon. Kegiatan ini juga dihadiri Sekretaris DPPKB Kota Ambon Jeremias Alexander Aponno serta Ketua IBI Maluku.
Momentum ini menjadi bagian dari Bulan Bhakti IBI, peringatan International Day of the Midwife (IDM), HUT ke-75 IBI, serta Pekan Imunisasi Dunia melalui program Indonesia Bebas Zero Dose.
Menurut Mauliwaty, kolaborasi antara BKKBN dan tenaga bidan menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak di daerah.
“Melalui kolaborasi ini, bidan tidak hanya memberikan pelayanan KB, tetapi juga imunisasi, sebagai wujud komitmen bersama dalam meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak,” katanya.
Baca juga: Kepala BKKBN Pusat ajak warga Maluku Utara ikut KB
Baca juga: BKKBN galakkan KB di Maluku Utara percepat penurunan stunting
Ia menegaskan bahwa peran bidan sangat vital sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan berbasis hak yang berpusat pada perempuan dan anak.
“Dunia membutuhkan lebih dari sejuta bidan. Bidan Indonesia terus memperkuat kepemimpinan dalam pelayanan kebidanan yang berorientasi pada perempuan dan anak serta siap mengawal terwujudnya Generasi Emas 2045,” ujar dia.
BKKBN Maluku berharap melalui layanan KB serentak ini, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keluarga semakin meningkat, sehingga mampu menciptakan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5571448/original/007274400_1777623963-IMG-20260501-WA0022.jpg)
