Grid.id - Kecelakaan KRL Bekasi memasuki babak baru. Polisi menyelidiki manajemen dan sosok sopir taksi hijau yang diduga memicu kecelakaan tersebut.
Fakta baru mulai bermunculan buntut tabrakan KRL Bekasi versus Argo Bromo Anggrek. Kecelakaan itu menyebabkan 16 korban tewas dan puluhan lainnya luka-luka.
Sebelum kecelakaan terjadi, KRL lain terhenti karena menabrak sebuah taksi hijau yang berhenti di tengah rel. Diketahui bahwa sopir taksi hijau tersebut ternyata baru bekerja selama dua hari.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto mengatakan bahwa RPP, aktif bekerja sebagai sopir taksi Green SM sejak 25 April 2026.
“Dari hasil keterangan driver ataupun sopir taksi online yang sudah dimintai keterangan bahwa yang bersangkutan baru bekerja itu semenjak tanggal 25 April 2026,” kata Budi kepada wartawan, Kamis (30/4/2026).
RPP juga hanya menjalani pelatihan selama satu hari untuk belajar bagaimana caranya menghidupkan dan mematikan mobil listrik itu. Selain itu, ia juga dilatih menggunakan lampu sein dan memakirkan mobil listriknya.
“Jadi terkait tentang bagaimana mengendarai, cara menghidupkan kendaraan tersebut, ini baru pengenalan dasar itu dilakukan satu hari,” lanjutnya, dilansir dari Tribunnews.
Sementara itu, polisi hingga kini masih menyelidiki manajemen perusahaan Green SM akibat kecelakaan tersebut. Polisi akan menyelidik bagaimana sistem rekrutmen sopir.
"Kami ingin lihat bagaimana sih SOP menerima seseorang menjadi calon seorang sopir taksi online, tentang bagaimana regulasi-regulasinya, sistem manajemen dari pelayanan yang dilakukan dari manajemen taksi online ini kita akan kaji bersama-sama,” jelasnya lagi.
Menurut Budi, mobil listrik itu tiba-tiba berhenti di tengah lintasan kereta api. Kemudian, RPP berusaha menghidupkannya kembali namun tak bisa.
Oleh karena pintu tak bisa dibuka, RPP pun keluar lewat jendela.
“Saat kendaraan itu berhenti, tidak bisa dibuka pintu. Nah, setelah dia mematikan, mencoba lagi hidup, baru jendela bisa keluar, sopir keluar dari jendela,” ujar Budi, dilansir dari Kompas.
Sebelumnya, diketahui bahwa taksi Green SM diduga menjadi pemicu kecelakaan kereta beruntun di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam. Taksi tersebut awalnya berhenti di tengah rel kemudian ditabrak oleh sebuah KRL.
Melansir Kompas.com, posisi KRL yang menabrak taksi berada di depan rangkaian KRL yang ditabrak oleh KA Argo Bromo Anggrek. Melansir Antara, oleh karena kecelakaan pertama inilah, KRL kedua berhenti darurat di Stasiun Bekasi Timur.
Ketika sedang berhenti itulah, KRL ini ditabrak oleh KA Argo Bromo Anggrek yang baru saja berangkat. Akibatnya, gerbong depan KA Argo Bromo masuk ke dalam gerbong belakang khusus wanita hingga ringsek.
Evakuasi pun berjalan alot selama 12 jam karena banyaknya korban yang terjepit dalam rangkaian kereta. Pada Rabu (29/4/2026), jumlah korban tewas bertambah dari 15 menjadi 16 dan puluhan lainnya luka-luka. (*)
Artikel Asli




