LPEM FEB UI: Pindar Jadi Bantalan Warga RI Hadapi Tekanan Ekonomi

viva.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Keberadaan pinjaman daring (pindar) di masyarakat bak dua sisi mata uang. Layanan pembiayaan ini dipandang sebagai jebakan finansial akibat bunga yang tinggi sementara sisi lain menunjukkan peran krusial sebagai bantalan ekonomi yang membantu masyarakat bertahan di tengah tekanan.

Pindar atau yang populer dikenal pinjaman online (pinjol) menawarkan waktu pencairan instan dan syarat administrasi yang lebih mudah dibandingkan bank konvensional. Mirisnya, para debitur kerap persentasi bunga yang relatif tinggi sehingga tidak sedikit pengguna terjebak dalam siklus utang yang justru memperburuk kondisi finansial.

Baca Juga :
Peran Riset dalam Membentuk Kompetensi Mahasiswa Kedokteran
Komisi X DPR Dorong 16 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual Diproses Pidana

Sementara itu, riset Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) mengungkap pindar dapat berfungsi sebagai bantalan ekonomi bagi masyarakat dalam menghadapi tekanan ekonomi. Dalam penelitian ini, LPEM FEB UI mengkaji AdaKami sebagai studi kasus untuk menelaah peran pindar.

Studi ini mengungkap, pindar berperan menjadi bantalan keuangan yang membantu masyarakat dalam mengelola risiko keuangan dan menjaga konsumsi rumah tangga. Akses pembiayaan digital membantu rumah tangga menjaga konsumsi, mengelola risiko keuangan, serta menghindari penjualan aset produktif di tengah kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian. 

Terjaganya konsumsi rumah tangga sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi nasional dengan kontribusi lebih dari 54 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) jelas memberikan efek positif terhadap perekonomian Indonesia.

Peneliti LPEM FEB UI, Prani Sastiono, menyampaikan terdapat 24,51 persen peminjam AdaKami menyatakan tanpa adanya pinjaman, mereka harus menggunakan tabungan atau menjual aset untuk memenuhi kebutuhan. Pinjaman ini juga dimanfaatkan untuk menghadapi kondisi guncangan ekonomi akibat PHK, sakit keras, maupun wafatnya anggota keluarga dengan tetap melakukan pengelolaan risiko secara bijak.

"Dengan pengelolaan risiko yang lebih baik, maka rumah tangga yang menghadapi pengeluaran tidak terduga tidak harus meminjam pada rentenir atau sumber lain dengan bunga lebih tinggi dan bisa menjaga kestabilan tabungan," ujar Prani Sastiono dikutip dari keterangan tertulis Jumat, 1 Mei 2026. 

Ia menambahkan, pindar kerap dimanfaatkan untuk menghadapi guncangan ekonomi seperti pemutusan hubungan kerja (PHK), sakit keras, hingga wafatnya anggota keluarga. Aakses pembiayaan ini juga dinilai membantu masyarakat menghindari keputusan ekstrem yang dapat berdampak jangka panjang.

Baca Juga :
Komisi X Rapat Bareng Rektor UI-ITB Buntut Kasus Pelecehan Seksual di Kampus
Beri Perlindungan ke Korban Pelecehan Seksual oleh Mahasiswa UI, LPSK Temui Semua Pihak Kampus
Komentar Menohok Deddy Corbuzier Soal Kasus Pelecehan Mahasiswa FH UI: Berani Gak DO Anak-anak Itu?

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
101 Terduga Perusuh Hari Buruh Ditangkap dan Diperiksa
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Badan Bahasa tinjau TBM pastikan ekosistem budaya literasi di Kendari
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Kemenag Buka Pendaftaran BIB 2026, Kuliah Gratis Sampai S2! Ini Syarat Bagi Santri
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
Aktivis Gelar Aksi di Istana, Soroti Dugaan Keterlibatan Oknum dan Minta Evaluasi Menhan
• 13 jam lalueranasional.com
thumb
8 Platform Utama Patuhi PP Tunas, Komdigi Beri Waktu hingga Juni untuk Situs Lainnya
• 7 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.