Deadline 60 Hari Tinggal Hitungan Jam, Trump Tegaskan AS Tak Sedang Berperang dengan Iran

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

VIVA –Di tengah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, pemerintahan Donald Trump kembali membuat pernyataan kontroversial. Dalam kongres yang digelar pada Rabu dan Kamis waktu setempat, menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak sedang berperang dengan Iran.

Pernyataan ini disampaikan di tengah mendekatnya tenggat hukum yang mewajibkan persetujuan kongres untuk aksi militer. Pemerintahan Trump sendiri menilai, adanya gencatan senjata dengan Iran secara efektif menghentikan sementara hitungan waktu tersebut.

Baca Juga :
Viral Jawaban Tak Terduga Menhan AS soal Stabilitas Mental Donald Trump
Trump Bilang Iran Ingin Segera Capai Kesepakatan dengan AS

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth juga mengatakan kepada anggota parlemen AS bahwa dia meyakini gencatan senjata dengan Iran menghentikan sementara waktu 60 hari terkait persetujuan kongres untuk perang. Hal ini disampaikan Hegseth saat dirinya ditanya anggota senator dari Partai Demokrat, Tim Kaine.

Kaine saat itu sempat menanyakan apakah pemerintahan Trump akan meminta persetujuan kongres pada hari ke-60 (yang jatuh pada tanggal 1 Mei waktu setempat) sebagaimana diatur dalam undang-undang.

“Pada akhirnya, saya akan menyerahkan hal itu kepada Gedung Putih dan penasihat hukumnya. Namun, saat ini kita berada dalam gencatan senjata, yang menurut pemahaman kami berarti hitungan 60 hari tersebut berhenti atau tertunda,” ujar Hegseth dikutip dari laman NDTV, Jumat 1 Mei 2026.

Tenggat 1 Mei

Seperti diketahui perang antara AS dan Israel melawan Iran dimulai pada 28 Februari. Kedua negara itu melakukan serangan gabungan ke Teheran dan sejumlah kota lain di Iran, yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, sejumlah komandan senior, serta warga sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang Israel dan pangkalan militer AS di negara-negara Teluk. Mereka juga memblokir jalur pelayaran penting di Selat Hormuz.

Presiden Donald Trump melaporkan operasi militer terhadap Iran kepada Kongres pada 2 Maret. Artinya, batas waktu 60 hari jatuh pada 1 Mei. Menurut Undang-Undang War Powers AS, presiden wajib mulai menghentikan operasi militer jika dalam 60 hari belum mendapat persetujuan dari Kongres. Lantaran hingga kini persetujuan itu belum diberikan, situasi ini berpotensi memicu konflik kewenangan antara Gedung Putih dan Kongres.

Baca Juga :
Trump Minta Netanyahu Lakukan Serangan Terarah ke Lebanon, Jangan Sporadis
Menhan AS Hegseth Sewot saat Anggota DPR AS Pertanyakan Kondisi Mental Trump di Perang Iran
Mojtaba Khamenei ke AS: Dengan Pertolongan Tuhan, Negara Teluk Akan Bersinar Tanpa AS

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Laba Bersih Indofood Sukses Makmur Naik 9 % di Kuartal I-2026
• 8 jam lalumedcom.id
thumb
Pos Pantau Depok Siaga 3 Usai Hujan Deras, Wilayah DKI Ini Diminta Waspada
• 19 jam laludetik.com
thumb
Lim Ji Yeon Perankan Sosok Antagonis dari Era Joseon di Drakor My Royal Nemesis
• 4 jam lalubeautynesia.id
thumb
Prabowo targetkan 6 juta nelayan sejahtera lewat 1.386 Kampung Nelayan
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Anggota DPR minta pemerintah segera bahas dan sahkan RUU Pekerja Gig
• 9 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.