Massa aksi buruh memperingati Hari Buruh (May Day) 2026 di depan Gedung DPR membubarkan diri.
Pantauan kumparan di lokasi, massa buruh mulai meninggalkan tempat aksi sejak pukul 17.49 WIB.
Mobil-mobil orator dari konfederasi buruh terlihat menjadi yang pertama meninggalkan titik aksi. Tak lama berselang, massa dari berbagai elemen, termasuk kelompok mahasiswa yang turut bergabung dalam aksi, juga mulai membubarkan diri secara bertahap.
Petugas kepolisian tampak mengamankan situasi sekaligus mengatur jalannya pembubaran massa agar berlangsung tertib.
Di saat yang sama, petugas kebersihan juga langsung bergerak membersihkan area yang sebelumnya digunakan sebagai titik konsentrasi massa.
Mereka terlihat memungut sampah-sampah yang berserakan usai aksi berlangsung.
Sekitar pukul 18.20 WIB, arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto yang sebelumnya ditutup, kembali dibuka sepenuhnya. Kendaraan sudah dapat melintas secara normal, dengan kondisi lalu lintas terpantau ramai lancar.
Massa aksi demonstrasi buruh dalam memperingati Hari Buruh (May Day) di depan Gedung DPR membubarkan diri.
Massa Sempat Nyalakan Flare dan Bakar BanSaat aksi berlangsung, massa yang terdiri dari elemen buruh dan mahasiswa tampak membakar sejumlah atribut aksi, mulai dari ban, spanduk, hingga replika yang sebelumnya dibawa dalam unjuk rasa.
Sebuah ban terlihat dibakar tepat di tengah jalan depan kompleks parlemen. Api menyala cukup besar dengan asap hitam tebal membubung tinggi ke udara. Selain ban, massa juga membakar spanduk yang sebelumnya terbentang di pagar pembatas. Aroma karet terbakar tercium menyengat di sekitar lokasi dan menyelimuti area aksi.
Situasi di lapangan sempat diwarnai teriakan dan orasi dari atas mobil komando. Dalam salah satu orasinya, massa menyerukan makna persatuan antara buruh dan mahasiswa dalam memperjuangkan tuntutan bersama.
Selain membakar ban, sebagian massa juga terlihat membakar replika patung Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Tidak hanya itu, bendera Amerika Serikat dan Israel turut dibakar sebagai bentuk simbolik protes. Aksi tersebut diiringi dengan seruan “Free Palestine, Free Palestine!” yang disuarakan berulang kali oleh peserta aksi.
Menjelang bubarnya aksi, massa menyalakan sejumlah flare bercahaya merah di tengah kerumunan. Suasana kemudian berubah menjadi lebih emosional ketika para peserta aksi bersama-sama menyanyikan lagu perjuangan buruh sedunia, “Internasionale”, sebagai penutup rangkaian demonstrasi.
Sepanjang aksi berlangsung, aparat kepolisian terlihat berjaga di sejumlah titik di sekitar Gedung DPR untuk mengamankan jalannya unjuk rasa. Meski sempat diwarnai aksi pembakarannya, situasi secara umum tetap terkendali hingga massa berangsur membubarkan diri.





