JAKARTA, KOMPAS.com – Kawasan depan Gedung DPR/MPR RI mulai dibersihkan setelah massa buruh membubarkan diri usai peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), Jumat (1/5/2026).
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi pada pukul 18.00 WIB, area gerbang utama DPR tampak dipenuhi sampah dan coretan sisa aksi.
Sepanjang aspal dan trotoar terlihat dipenuhi berbagai jenis sampah, mulai dari plastik kemasan minuman, kertas, hingga sisa alat peraga aksi yang berserakan.
Baca juga: Aksi Buruh di Monas Usai, Sebagian Pulang, Lainnya Menunggu Bus
Tak hanya itu, tembok dan pagar beton di depan gedung wakil rakyat juga dipenuhi coretan grafiti serta tempelan poster tuntutan para demonstran.
Sejumlah spanduk besar masih terlihat menempel di pagar besi, di antaranya berisi tuntutan pencabutan Undang Undang Cipta Kerja hingga perlindungan bagi pekerja informal.
Di titik lain, kepulan asap masih tampak dari sisa pembakaran ban atau benda lain yang dilakukan massa sebelum benar-benar membubarkan diri.
Baca juga: Janji Prabowo di May Day: Daycare untuk Anak Kaum Buruh Hingga Potongan Ojol Kurang 10 Persen
Untuk mengembalikan kondisi kawasan, petugas kebersihan yang terdiri dari PPSU dan petugas taman langsung diterjunkan ke lokasi.
Mereka bergerak cepat menyapu serta mengumpulkan sampah ke dalam kantong plastik besar yang telah disiapkan.
Upaya pembersihan juga dibantu oleh aparat kepolisian yang masih berjaga di lokasi.
Mereka turut membantu mengangkat sampah besar serta menggeser pembatas jalan agar akses lalu lintas kembali normal.
Baca juga: Kelakar Prabowo ke Pramono di Hari Buruh: Bowonya Sama, Partainya Lain Enggak Apa
Di tengah proses pembersihan, tampak Adi (45), petugas PPSU, yang sibuk menyapu sisa-sisa sampah di depan gerbang DPR.
Sambil menyeka keringat, ia menceritakan kondisi yang dihadapi timnya sore itu.
“Kami sudah stand by dari siang, tapi baru bisa masuk total sekitar jam 6 sore setelah massa benar-benar bubar,” ujar Adi sambil menunjuk aspal yang masih dipenuhi sampah plastik.
Menurut dia, tantangan terbesar bukan hanya sampah plastik, tetapi juga sisa pembakaran yang masih mengeluarkan asap di beberapa titik.
Baca juga: Perjuangan Belum Selesai: Marsinah dan Munir Hadir Saat Aksi Buruh di DPR
Ia juga menyoroti kondisi tembok dan beton pembatas yang dipenuhi coretan cat semprot.
“Kalau coretan begini biasanya bukan bagian kami yang bersihkan pakai sapu, nanti ada tim khusus lagi atau harus dicat ulang karena susah hilangnya,” tutur dia.
Adi menambahkan, keterlibatan aparat kepolisian sangat membantu proses pembersihan di lapangan.
“Polisi juga bantu geser pembatas beton dan angkat sampah besar, jadi lebih cepat tertangani,” katanya.
Baca juga: Habiburokhman: Komisi III Siap Jadi Penjamin Aktivis Buruh yang Ditahan
Hingga berita ini diturunkan, proses pembersihan masih terus berlangsung, terutama pada bagian coretan di tembok pagar DPR di sepanjang Jalan Gatot Subroto.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



