Memanas! Presiden dan Ketua Parlemen Iran Dilaporkan Mau Copot Menlu Araghchi

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

VIVA –Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf dilaporkan ingin mencopot Menteri Luar Negeri, Abbas Araghchi. Dalam laporan media Iran Internasional, keinginan ini lantaran Araghchi dituding melewati jalur kepresidenan dan lebih memilih mengikuti arahan dari Islamic Revolutionary Guard Corps dalam pembahasan nuklir dengan Washington.

Mengutip sejumlah sumber, media berbasis di Inggris itu menyebut Pezeshkian dan Ghalibaf merasa Araghchi telah mengabaikan mereka dalam dua pekan terakhir. Ia dinilai tidak lagi bertindak sebagai menteri yang menjalankan kebijakan pemerintah, melainkan lebih seperti ajudan bagi Komandan IRGC, Ahmad Vahidi.

Baca Juga :
Deadline 60 Hari Tinggal Hitungan Jam, Trump Tegaskan AS Tak Sedang Berperang dengan Iran
Trump Bilang Iran Ingin Segera Capai Kesepakatan dengan AS

Sumber tersebut juga menyebut Araghchi menjalankan arahan pimpinan IRGC tanpa memberi informasi kepada Presiden Pezeshkian. Lantaran hal itu, Pezeshkian disebut mulai kesal dan bahkan mengancam akan mencopot Araghchi jika situasi ini terus berlanjut.

Hingga kini, pemerintah Iran belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait isu tersebut, dan laporan ini juga belum bisa diverifikasi secara independen.

Retaknya Kepemimpinan Iran?

Perkembangan terbaru ini muncul di tengah laporan sebelumnya yang menyebut adanya perpecahan serius dalam pemerintahan Iran. Media Iran International sebelumnya melaporkan adanya ketegangan antara Pezeshkian dan Ahmad Vahidi sejak 28 Maret. Sumber menyebut konflik itu dipicu oleh perbedaan pandangan terkait penanganan perang dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat serta ekonomi negara.

Krisis di internal kepemimpinan Iran ini juga dinilai menjadi salah satu penyebab mandeknya pembicaraan antara Washington dan Teheran untuk mengubah gencatan senjata yang rapuh menjadi kesepakatan permanen.

Pada 15 April, Israel Hayom melaporkan bahwa pihak Amerika merasa frustrasi karena delegasi Iran yang datang ke Islamabad tidak memiliki kewenangan penuh untuk mengambil keputusan.

Dalam laporan tersebut disebutkan, salah satu syarat dari Amerika untuk melanjutkan perundingan adalah agar para negosiator Iran memiliki mandat penuh dari IRGC untuk menyepakati hasil akhir.

Selain itu, dua pejabat senior Garda Revolusi, yakni Ahmad Vahidi dan Ali Abdollahi, disebut tidak mengizinkan delegasi politik Iran di Pakistan memberikan jawaban kepada pihak Amerika.

Menanggapi situasi ini, Presiden Pezeshkian dilaporkan meminta Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf untuk mengambil sikap tegas dan menyelamatkan Iran dari kehancuran ekonomi total.

Baca Juga :
Trump Minta Netanyahu Lakukan Serangan Terarah ke Lebanon, Jangan Sporadis
Mojtaba Khamenei ke AS: Dengan Pertolongan Tuhan, Negara Teluk Akan Bersinar Tanpa AS
Panas! Mojtaba Khamenei Tuding AS Jadi Penyebab Ketidakamanan di Timur Tengah

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dasco dan jajaran DPR terima aliansi Gebrak saat Hari Buruh 2026
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Cermat Memilih Asuransi Kendaraan di Era Mobil Listrik
• 15 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kronologi Avanza Tabrak Siswa Latihan Pramuka di MTsN 1 Bojonegoro, 7 Orang Terluka
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
Canda Prabowo ke Pramono di Panggung Hari Buruh: Bowonya Sama, Partainya Lain Enggak Apa
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Momen Prabowo Lepas dan Lempar Baju Safari Miliknya untuk Buruh
• 14 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.