Jakarta: Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI, Viktor Bungtilu Laiskodat, menyebut Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak pernah benar-benar miskin. Ia menilai, persoalan utama daerah tersebut terletak pada cara berpikir masyarakat, terutama dalam mengelola potensi yang ada.
“Kalau tanya saya sebagai gubernur, ya memang tidak miskin. Kenapa dia miskin? Karena kekayaannya belum dikerjakan,” kata Viktor dalam keterangan yang dikutip Jumat, 1 Mei 2026.
Hal tersebut dibeberkan Viktor, saat menghadiri Musyawarah Besar Forum Pemuda Kupang Jakarta (FPKJ) di Akademi Bela Negara (ABN), Jakarta. Viktor menekankan pentingnya perubahan pola pikir, khususnya di kalangan generasi muda.
Viktor mengkritik kecenderungan organisasi yang lebih banyak berfokus pada diskusi. Sementara itu, tindakan nyata tidak benar-benar dilakukan.
“Kita tidak lagi cukup untuk hanya seminar. Kita bicara dan melakukan sekaligus. Cara melakukannya bukan ajar orang, ajar diri kita dulu,” ujarnya.
Baca Juga :
NasDem Siapkan Kader Intelektual dan BermoralViktor mencontohkan sejumlah potensi ekonomi yang dinilai belum dimanfaatkan secara optimal, salah satunya sektor garam. Indonesia masih mengimpor sekitar 3,7 juta ton garam per tahun, sementara NTT memiliki peluang besar untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
“Hitungan saya, di 2029 kita mampu menyuplai 2 juta ton sendiri,” katanya.
Selain itu, ia menyoroti minimnya pengolahan hasil pertanian di NTT. Menurutnya, banyak komoditas lokal terbuang karena tidak diolah menjadi produk bernilai tambah.
“Kita punya buah melimpah, tapi dibuang. Padahal dengan mesin sederhana, kita bisa produksi dan jual dengan nilai ekonomi,” ujar Viktor.
Ia menegaskan bahwa perubahan harus dimulai dari diri sendiri. Sehingga, bukan sekadar mengandalkan teori atau wacana.
“Kalau cara berpikirnya salah, dia akan salah terus sampai ujung. Kalau cara berpikirnya benar, dia akan benar terus,” ucapnya.
Dalam forum tersebut, legislator asal NTT itu juga mendorong Forum Pemuda Kupang Jakarta menjadi wadah gerakan yang melampaui identitas suku dan agama.
Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI, Viktor Bungtilu Laiskodat. Foto: Istimewa
“Kupang Jakarta ini bukan simbol suku atau agama, tapi titik pusat gerakan cara berpikir dan bertindak untuk kepentingan bangsa,” katanya.
Viktor turut mengingatkan diaspora NTT di Jakarta agar tetap berkontribusi terhadap pembangunan daerah asal.
“Kita hidup nyaman di Jakarta, tapi tidak lagi tertarik membangun NTT. Ini yang harus berubah,” ujarnya.
Ia optimistis, dengan perubahan pola pikir dan kerja kolektif, NTT dapat berkembang menjadi daerah yang lebih maju. “Kita punya semuanya. Kita tidak kerja saja, itu bedanya,” pungkasnya.




