Irene Umar Dorong Distribusi Gim Lokal Tembus Pasar Global Lewat Event Internasional

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar mendorong penguatan distribusi gim lokal agar mampu tumbuh dan bersaing di pasar global melalui partisipasi aktif dalam berbagai event internasional.

Strategi Penguatan Distribusi Gim Lokal

Irene menyatakan bahwa penguatan distribusi menjadi kunci agar subsektor gim nasional dapat berkembang secara berkelanjutan.

"Kita tidak bisa hanya bergantung pada pasar lokal, tetapi harus melakukan aktivasi penguatan distribusi gim lokal tumbuh berkelanjutan melalui event internasional," ungkapnya.

Ia menekankan bahwa pasar domestik tetap menjadi fondasi utama sebelum pelaku industri menembus pasar global.

Menurut Irene, peluang subsektor gim semakin terbuka luas seiring meningkatnya keterlibatan dalam ajang internasional yang dapat menjadi sarana promosi dan ekspansi.

Ia juga mengimbau pegiat gim lokal untuk aktif berkomunikasi dengan asosiasi serta mendaftarkan karya melalui program Ekraf Hunt.

Selain itu, pemerintah tengah menjajaki sinergi dengan Tabletoys Indonesia sebagai salah satu pengembang board game lokal yang dinilai potensial.

Irene menegaskan bahwa gim lokal tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga harus memiliki lisensi serta perlindungan kekayaan intelektual.

"Banyak event yang bisa kami dorong untuk tempat showcase board games bersama Tabletoys Indonesia. Dengan demikian subsektor gim bisa sukses karena memiliki nilai ekonomi dan menjadi medium edukasi," ujarnya.

Perjalanan dan Tantangan Tabletoys Indonesia

Tabletoys Indonesia memulai perjalanan pada 2016 melalui Board Game Store sebagai langkah awal membangun ekosistem gim papan di dalam negeri.

Pada 2017, perusahaan tersebut berkembang menjadi Board Game Library untuk memperkenalkan konsep board game sekaligus mempersiapkan pasar.

Setahun kemudian, Tabletoys bertransformasi menjadi Board Game Publisher dengan meluncurkan gim lokal berjudul Waroong Wars.

Seiring perkembangan tersebut, Tabletoys mulai mengikuti berbagai pameran internasional untuk memperluas jangkauan pasar.

Direktur Utama Tabletoys Indonesia Martin Ang mengungkapkan bahwa tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan distribusi gim lokal di dalam negeri.

Ia juga menyoroti dukungan asosiasi yang dinilai belum sepenuhnya mewakili kepentingan publisher gim.

Tabletoys saat ini berfokus memperkuat branding baik di tingkat lokal maupun internasional guna meningkatkan daya saing.

Perusahaan tersebut membutuhkan dukungan fasilitasi dari pemerintah dan pemangku kepentingan untuk pengembangan serta ekspansi bisnis.

"Kami memulai dari komunitas lalu berkembang hingga bisa membawa gim Indonesia ke pasar internasional. Tabletoys Indonesia tentu harus sustain and scale up. Kami juga butuh eksistensi internasional supaya mendapat pendampingan untuk registrasi Hak Kekayaan Intelektual (HaKI)," kata Martin.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah dan LPPOM MUI Akan Pastikan Masyarakat Konsumsi Produk yang Beredar Halal
• 17 jam lalurctiplus.com
thumb
UMKM Batam tunjukkan peran di sektor ketenagakerjaan
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Di Hadapan Prabowo, Ribuan Buruh Baca Lima Poin Ikrar Buruh
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Prabowo Janjikan 1 Juta Rumah untuk Buruh, Siapkan Kota Baru Dekat Industri
• 9 jam lalukatadata.co.id
thumb
Aksi Hari Buruh di Gedung DPR, Akses Keluar Pintu Tol Slipi Ditutup Sementara
• 11 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.