Liputan6.com, Jakarta - Sisa-sisa mengerikannya banjir bandang di Bulan November 2025 dapat disaksikan di Desa Blang Jeurat, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh.
Debu yang berasal dari hasil pengerukan material banjir, beterbangan begitu ada kendaraan melintas. Meski akses jalan sudah bisa dilalui kembali, namun lumpur-lumpur tebal yang menutup rumah warga belum bersih total.
Advertisement
Di kanan kiri jalan, terlihat rumah-rumah rusak. Lumpur telah berubah menjadi tanah keras.
Banyak warga akhirnya memutuskan tidak kembali ke rumah. Mereka memilih bertahan di rumah sementara (rumtara) yang dibangun di sejumlah titik.
Salah satu lembaga yang turut membangun rumtara adalah Dompet Dhuafa. Di Pidie Jaya, Dompet Dhuafa membangun 68 unit. Lokasinya tersebar di banyak tempat, di antaranya kompleks kantor Bupati Pidie Jaya.
"Rumah yang dibangun di Aceh Tamiyang ada 132 rumah. Pidie Jaya 68 rumah dan Aceh Tengah rencananya 25 unit," kata Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Aceh Rizki Fauzan, (Jumat 1/5/2026).
Pantauan Liputan6.com, deretan rumtara milik Dompet Dhuafa sudah selesai dibangun. Rumah berkelir hijau tersebut sudah teraliri listrik. Dinding rumah berbahan lembaran kayu. Ciri rumtara Dompet Dhuafa adalah dinding antarrumah dipisah.
Menurut Fauzan, penentuan lokasi pembangunan rumtara berdasarkan rekomendasi dari Pemda. Luas satu unit rumtara milik Dompet Dhuafa adalah 4,8 x 4,8 meter persegi.
"Untuk pembagian rumtara kita serahkan kepada BNPB karena biar tidak tumpang tindih. Mereka sudah melakukan pendataan, sehingga lebih memudahkan dan lebih tepat dalam menerima bantuan," lanjutnya.




