Bank Dunia Ramal Harga Emas dan Perak Kompak Turun pada 2027

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bank Dunia memproyeksikan harga emas dan perak sama-sama turun tujuh persen pada 2027.

Bank Dunia Ramal Harga Emas dan Perak Kompak Turun pada 2027. (Foto: Inews Media Group)

IDXChannel - Bank Dunia memproyeksikan harga emas dan perak sama-sama turun tujuh persen pada 2027.

Para analis Bank Dunia memperkirakan harga emas rata-rata sekitar USD4.700 per ons tahun ini, naik 37 persen dari tahun lalu. 

Baca Juga:
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp15 Ribu, Jadi Rp2.769.000 per Gram

Bank pembangunan internasional itu memperkirakan harga perak rata-rata sekitar USD70 per ons tahun ini, naik 76 persen dari tahun lalu.

"Mengingat sensitivitas harga logam mulia terhadap perubahan sentimen risiko global, permintaan spekulatif, dan kondisi makroekonomi, prospeknya tetap penuh dengan ketidakpastian," kata Bank Dunia dalam laporan Commodity Market Outlook terbarunya, dilansir dari Kitco News pada Jumat (1/5/2026).

Baca Juga:
Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini Naik Jadi Rp2.799.000 per Gram

Bank Dunia telah mempertahankan outlook negatif untuk emas dan perak sejak akhir 2025.

Melihat risiko penurunan, Bank Dunia mengatakan bahwa hambatan terbesar tetaplah inflasi yang lebih tinggi yang disebabkan oleh kenaikan pesat harga energi dan komoditas lainnya.

Baca Juga:
Harga Emas Rebound di Tengah Pelemahan Dolar dan Minyak

Hal ini cenderung meningkatkan opportunity cost untuk memegang logam mulia, yang merupakan aset tanpa bunga. 

"Pelonggaran ketegangan geopolitik yang berkelanjutan juga dapat mengurangi aliran ke safe-haven, sementara perlambatan yang lebih tajam dalam pembelian bank sentral—setelah beberapa tahun akumulasi yang sangat kuat—dapat menghilangkan sumber dukungan harga penting lainnya,” kata para analis.

Pada saat yang sama, para analis mencatat bahwa perak dapat sangat rentan jika meningkatnya ketidakpastian ekonomi menyebabkan pertumbuhan yang lebih lambat, yang akan berdampak pada permintaan industri.

 “Kejutan penurunan harga bisa signifikan, terutama jika terjadi pembalikan tajam dari lonjakan permintaan spekulatif sejak awal 2025 melalui aksi ambil untung dan penyeimbangan kembali portofolio,” kata para analis. (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dirut KAI Kembali Sampaikan Permohonan Maaf, Fokus Damping Korban dan Keluarga
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Ipswich Town Kembali Tak Libatkan Elkan Baggott dalam Upaya Promosi ke Premier League
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Trump Sebut Iran Tunjulkan Keinginan Kuat Capai Kesepakatan di Tengah Konflik
• 21 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kisah Lama Perceraian Ahmad Dhani dan Maia Estianty Kembali Memanas, Warganet Ungkit Pengakuan Al Ghazali: Bunda yang Bikin Aku Nerima Shafeea
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Polisi: Belum Ada Jadwal Pemanggilan Terhadap ART Erin
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.