Pantau - Program Sekolah Unggul Garuda Transformasi berhasil meningkatkan penerimaan mahasiswa asal Indonesia di 100 kampus peringkat teratas dunia hingga 150 persen per April 2026.
Peningkatan tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie di Jakarta, Sabtu.
"Kemungkinan besar akan bertambah karena masih ada top university seperti Tsinghua yang belum mengumumkan," katanya.
Stella mengungkapkan jumlah siswa yang memperoleh surat penerimaan resmi atau Letter of Acceptance (LoA) mencapai 330 orang per 24 April 2026.
Jumlah tersebut meningkat 150 persen dibandingkan tahun 2025 yang hanya sebanyak 132 siswa.
Ia juga menyebut total LoA yang diterima mencapai 1.567 surat atau naik 167 persen dari 587 surat pada tahun sebelumnya.
Peningkatan ini terjadi di berbagai daerah, tidak hanya di Pulau Jawa.
"Contohnya SMAN Fajar Harapan Aceh tahun lalu hanya satu siswa, setelah (menjadi) Sekolah Garuda Transformasi (menjadi) 14. MAN IC Gorontalo dari nol menjadi 7. SMAN 10 Samarinda, dari nol ke 30," paparnya.
Dari total 330 siswa yang diterima di kampus top dunia, dua di antaranya berhasil menembus University of Oxford.
"Saya sendiri memperkenalkan langsung Sekolah Garuda ke Vice Chancellor Oxford," lanjutnya.
Menurut Stella, capaian ini merupakan hasil pembinaan intensif melalui program Sekolah Garuda Transformasi, mulai dari penguatan akademik hingga pendampingan pemilihan universitas.
Untuk memperluas dampak program, pemerintah berencana membangun enam Sekolah Unggul Garuda baru serta menambah jumlah sekolah transformasi di berbagai wilayah.
"Saat ini kami sedang melakukan tahap seleksi, sudah ada 240 sekolah yang mendaftar dari 25 provinsi yang ada di Indonesia," tuturnya.




