Kasus Kecelakaan Kereta Argo Bromo Anggrek dan KRL Naik Penyidikan, KAI Mendukung Penuh

disway.id
1 bulan lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - PT KAI mendukung penyidikan kasus kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur oleh Polda Metro Jaya

Diketahui, Polda Metro Jaya telah menaikkan kasus kecelakaan kereta di Bekasi Timur ke tahap penyidikan.

BACA JUGA:Industri Padat Karya Terancam, Jika Rokok Ilegal Tak Terbendung

Sejumlah saksi hingga masinis telah diperiksa untuk mengetahui penyebab kecelakaan kereta yang menewaskan 16 orang penumpang itu. 

"Investigasi dan juga semua proses harus didukung penuh untuk keselamatan perkeretaapian ke depan," kata Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, kepada wartawan, Sabtu, 2 Mei 2026. 

Terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, pihaknya telah menaikkan kasus ini dari tahap penyelidikan menjadi penyidikan. Hal itu dilakukan setelah penyidik mengumpulkan sejumlah alat bukti awal dan pemeriksaan saksi yang telah dimintai keterangan.

BACA JUGA:Satgas PKH Diminta Tindak Jetty Ilegal Dekat IKN, Kejagung: Kami akan Selidiki

"Perkara ini sudah naik ke tahap penyidikan. Kami telah melakukan olah TKP, pemeriksaan saksi, serta pengumpulan barang bukti termasuk CCTV," kata Budi kepada wartawan di Monas, Jakarta Pusat, Kamis, 30 April 2026 kemarin.

Total sudah ada 24 orang saksi yang diperiksa untuk mendalami kasus tragedi Stasiun Bekasi Timur.

Selain itu, polisi masih memeriksa tujuh orang lainnya yang memiliki peran penting dalam operasional perjalanan kereta, mulai dari petugas pusat pengendali perjalanan kereta (Pusdalops), PPKA, petugas sinyal, masinis KRL, masinis KA Argo Bromo Anggrek, asisten masinis, hingga pengendali perjalanan.

"Pemeriksaan masih berlangsung di Manggarai. Total saksi yang sudah diperiksa 24 orang, dan hari ini ada tambahan tujuh orang yang dimintai keterangan," ujarnya.

Libatkan Puslabfor Polri

Budi menambahkan, Polda Metro Jaya juga menggandeng tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri untuk mendalami penyebab kecelakaan yang terjadi 27 Mei 2026.

Salah satu yang ditelusuri adalah kemungkinan adanya gangguan teknis, termasuk pengaruh sistem kelistrikan atau sinyal di lokasi kejadian.

BACA JUGA:Polisi Gunakan TAA untuk Analisis Penyebab Taksi Listrik Ditemper KRL dalam Tragedi Stasiun Bekasi Timur

Tak hanya itu, sopir taksi online yang terlibat dalam kasus temperan taksi listrik dengan KRL juga didalami dan sopir tersebut masih berstatus sebagai saksi.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ketum FPTI Yenny Wahid Apresiasi Dukungan Presiden Prabowo untuk Pelatnas Jangka Panjang dan Anggaran Multiyears
• 6 jam laluliputan6.com
thumb
Trump Sebut Tak Ada Tarif Lewat Selat Hormuz: Kecuali AS Menerapkannya
• 12 jam laludetik.com
thumb
Hoax Isu Pemadaman Listrik 3 Hari Nonstop Jawa-Bali, PLN Imbau Pantau Informasi di Kanal Resmi
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
PP Persis Apresiasi Haji 2026, Soroti Evaluasi Penting untuk Musim Haji 2027
• 20 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pertemuan Empat Mata Seskab Teddy dan Kepala BNN, Ini yang Dibahas
• 22 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.