Quito (ANTARA) - Ekuador pada Jumat (1/5) mulai memberlakukan tarif sebesar 100 persen terhadap seluruh impor dari Kolombia, sehingga meningkatkan ketegangan perdagangan antara kedua negara, menurut otoritas setempat.
Kebijakan itu berlaku untuk semua barang asal Kolombia atau yang dikirim dari negara tersebut, berdasarkan nilai pabeannya.
Otoritas Ekuador mengungkapkan langkah itu bertujuan untuk memperkuat keamanan perbatasan dan pengawasan kepabeanan.
Namun, sejumlah pengecualian diberlakukan bagi sektor-sektor strategis seperti minyak dan energi, serta skema khusus seperti izin masuk sementara, transit kepabeanan, dan reekspor.
Selain itu, sejumlah komoditas seperti kendaraan wisata pribadi juga mendapat pengecualian.
Tarif tersebut, yang digambarkan sebagai "biaya tambahan keamanan", telah dinaikkan secara bertahap dalam beberapa bulan terakhir, meningkat dari 30 persen pada Februari menjadi 50 persen pada Maret.
Sejumlah kelompok bisnis memperingatkan kebijakan tersebut dapat mengganggu rantai pasokan, memengaruhi arus perdagangan, dan berdampak pada ketenagakerjaan.
Media lokal melaporkan kota-kota perbatasan seperti Tulcan di Ekuador dan Ipiales di Kolombia sangat rentan, mengingat ketergantungan mereka pada perdagangan lintas perbatasan, yang mengangkut lebih dari 500.000 ton barang setiap tahun melalui jalur darat.
Para analis mengatakan perubahan kebijakan tersebut menambah ketidakpastian terhadap hubungan bilateral serta aktivitas ekonomi di daerah perbatasan.
Kebijakan itu berlaku untuk semua barang asal Kolombia atau yang dikirim dari negara tersebut, berdasarkan nilai pabeannya.
Otoritas Ekuador mengungkapkan langkah itu bertujuan untuk memperkuat keamanan perbatasan dan pengawasan kepabeanan.
Namun, sejumlah pengecualian diberlakukan bagi sektor-sektor strategis seperti minyak dan energi, serta skema khusus seperti izin masuk sementara, transit kepabeanan, dan reekspor.
Selain itu, sejumlah komoditas seperti kendaraan wisata pribadi juga mendapat pengecualian.
Tarif tersebut, yang digambarkan sebagai "biaya tambahan keamanan", telah dinaikkan secara bertahap dalam beberapa bulan terakhir, meningkat dari 30 persen pada Februari menjadi 50 persen pada Maret.
Sejumlah kelompok bisnis memperingatkan kebijakan tersebut dapat mengganggu rantai pasokan, memengaruhi arus perdagangan, dan berdampak pada ketenagakerjaan.
Media lokal melaporkan kota-kota perbatasan seperti Tulcan di Ekuador dan Ipiales di Kolombia sangat rentan, mengingat ketergantungan mereka pada perdagangan lintas perbatasan, yang mengangkut lebih dari 500.000 ton barang setiap tahun melalui jalur darat.
Para analis mengatakan perubahan kebijakan tersebut menambah ketidakpastian terhadap hubungan bilateral serta aktivitas ekonomi di daerah perbatasan.





