Regulator Negara-Negara Uni Eropa Ragukan Keamanan Sistem Autopilot Tesla

idxchannel.com
1 minggu lalu
Cover Berita

Sejumlah negara yang menunjukkan kekhawatiran atas penggunaan sistem FSD ini adalah Swedia, Finlandia, Denmark, dan Norwegia.  

Regulator Negara-Negara Uni Eropa Ragukan Keamanan Sistem Autopilot Tesla. (Foto: Tesla)

IDXChannel—Regulator Uni Eropa meragukan sistem mengemudi autopilot, atau full self-driving (FSD), pada mobil listrik Tesla. Meskipun sebelumnya, penerapan FSD telah mendapatkan lampu hijau dari RDW, regulator di Belanda. 

Kini RDW tengah mengajukan persetujuan penggunaan sistem FSD di tingkat Uni Eropa. CEO Tesla Elon Musk pun optimistis Uni Eropa secara keseluruhan akan mengizinkan sistem mengemudi autopilot ini. 

Baca Juga:
Geely Caocao Berencana Luncurkan Ribuan Robotaxi Tahun 2027, Siap Saingi Tesla

Namun, sejumlah regulator di negara-negara Uni Eropa masih menunjukkan keraguan terhadap keamanan sistem tersebut. Mengingat jalanan di Eropa berbeda dengan jalanan di Amerika Serikat. 

Sejumlah negara yang menunjukkan kekhawatiran atas penggunaan sistem FSD ini adalah Swedia, Finlandia, Denmark, dan Norwegia.  

Baca Juga:
Tesla Kalahkan BYD di Korea Selatan, Jadi Mobil Impor Terlaris

Dalam korespondensi internal, regulator jalan di keempat negara ini menyoroti potensi risiko seperti kendaraan melaju melebihi batas kecepatan, penggunaan di jalan yang licin, serta kemungkinan pengemudi mengabaikan aturan keselamatan.

Anggota Otoritas Transportasi Swedia, Hans Nordin, mengaku cukup terkejut dengan sistem autopilot pada Tesla yang rupanya memungkinkan kendaraan melaju melebihi batas kecepatan. 

Baca Juga:
Laba Tesla Melesat 17 Persen Jadi Rp8 Triliun pada Kuartal I-2026

Sementara pejabat di Finlandia, Jukka Juhola, mempertanyakan kesiapan sistem FSD dalam kondisi jalanan dan cuaca ekstrem. “Apa Tesla benar-benar memperkenalkan sistem yang memungkinkan berkendara tanpa tangan di jalanan licin dengan kecepatan 80 km/jam?” tuturnya. 

Selain aspek teknis, regulator juga menilai penamaan “Full Self-Driving (Supervised)” berpotensi menyesatkan pengguna. Nordin bahkan mempertanyakan apakah nama tersebut “berisiko memberikan kesan yang menyesatkan” terhadap kemampuan sistem yang sebenarnya.

Namun, ada pula pejabat negara yang memberikan respons positif. Seperti Belanda dan Denmark. Seorang pejabat di Belanda mengatakan sistem FSD mampu berkendara dengan baik di area padat seperti Arc de Triomphe di Paris. 

Proses persetujuan FSD di Uni Eropa mensyaratkan dukungan dari 55 persen negara anggota yang mewakili 65 persen populasi. Pertemuan lanjutan diperkirakan berlangsung pada Juli dan Oktober.

(Sheqilla Sukma)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polda Riau Panen 117,3 Ton Jagung, Tegaskan Komitmen Kawal Swasembada Pangan
• 6 jam laludetik.com
thumb
Wajah Penipu di Stasiun Duri Masuk CCTV KAI, Langsung Bisa Terdeteksi
• 46 menit lalukompas.com
thumb
Polri Sukses Panen Jutaan Ton Jagung, Siap Ekspor ke Malaysia
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kemenhaj: Bagi yang Yakini Bayar Dam di RI Silakan, Jika di Saudi Lewat Adahi
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Hyundai Soal Insentif Mobil Listrik Berbasis Baterai: Inisiatif yang Baik
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.