Dedi Mulyadi Didemo Ribuan Warga untuk Buka Tambang di Cigudeg, Rumpin dan Parung, Sentil Janji Sang Gubernur

grid.id
1 minggu lalu
Cover Berita

Grid.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi didemo ribuan warga Bogor untuk buka tambang di wilayah Cigudeg, Rumpin dan Parung. Tak hanya itu, mereka juga menyentil janji-janji sang gubernur.

Seperti diketahui, ribuan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Cigudeg Rumpin Parung Panjang menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Senin (4/5/2026).

Aksi unjuk rasa itu dipicu oleh penutupan tambang tujuh bulan lalu yang dinilai berdampak buruk pada ekonomi warga. Oleh karena itu, mereka meminta agar tambang yang ditutup oleh Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi segera dibuka kembali.

Adapun kabar Dedi Mulyadi didemo ribuan warga untuk buka tambang di Cigudeg, Rumpin dan Parung dibenarkan oleh Ketua Aliansi Masyarakat Cigudeg Rumpin Parung Panjang, Dani Murdani. Dani menyampaikan bahwa warga meminta pemerintah untuk membuka kembali tambang legal tersebut.

"Kami ingin menyampaikan kondisi sudah krisis, kami kinta tambang yang legal dibuka kembali," ucap Dani dalam orasinya di atas mobil komando, Senin (4/5/2026) dilansir Kompas.com.

Selain itu, mereka meminta agar pemerintah merealisasikan jalur tambang. Tak hanya itu, warga juga menagih janji Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi terkait pemberian kompensasi kepada warga terdampak penutupan tambang.

"Ini janji seorang pemimpin, janji adalah hutang. Pak KDM bukan kami yang minta, pak KDM yang bilang akan memberikan kompensasi untuk warga terdampak. Kami 7 bulan disika, 7 bulan di zolimi," ungkapnya.

Kritik pada Dedi Mulyadi

Koordinator aksi, Asep Fadlan, menyinggung soal pesan dalam spanduk yang dibawa oleh aksi massa. Di mana, dalam spanduk itu berisi beberapa kritik pada Dedi.

"Pak Gubernur dengan berbagai macam popularitas beliau, cara kerja beliau cukup dikenal bukan hanya di wilayah Jawa Barat. Wilayah Nusantara juga cukup dikenal dengan medsosnya, dengan konten-kontennya," kata Asep Fadlan.

 "Mungkin pengaduan rintihan kami ini tidak begitu didengar. Kita pure dari masyarakat, tidak ada buzzer, tidak ada apa," lanjutnya.

Asep menjelaskan, penutupan tambang yang bermula dari surat edaran gubernur pada 26 September 2025 telah memukul penghidupan warga di Cigudeg, Rumpin, dan Parung Panjang. Asep Fadlan menyebut jumlah warga terdampak mencapai puluhan ribu jiwa di tiga kecamatan tersebut.

"Tuntutan kita cuma simple sebetulnya. Tambang dibuka kembali supaya ada aktivitas masyarakat. Bukan kita yang meminta, Pak Gubernur yang meminta bahwa akan memberikan bantuan sosial bagi masyarakat yang terdampak. Sudah banyak tingkat kriminal. Masyarakat ketika dipaksakan untuk beralih profesi, ya nggak bisa segampang itu," katanya.

Diketahui, awal mula Dedi Mulyadi didemo ribuan warga untuk buka tambang itu terjadi saat Dedi mengeluarkan Surat Edaran Gubernur pada tanggal 29 September 2025 yang isinya adalah mengenai penghentian sementara seluruh aktivitas tambang di tiga kecamatan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat yakni Parung Panjang, Rumpin dan Cigudeg mulai 26 September 2025.

Melansir Tribunnews.com, Dedi menilai tata kelola pertambangan di wilayah tersebut, mulai dari rantai pasok hingga operasional angkutan, belum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan amanat surat edaran sebelumnya. Dedi menegaskan seluruh perusahaan wajib menghentikan kegiatan tambang hingga mereka memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah provinsi.

Namun, keputusan Dedi itu mendapat banyak kritik dari masyarakat. Pasalnya, banyak yang merasa kehilangan mata pencaharian akibat keputusan itu.

Terkait hal itu, Dedi Mulyadi tak tinggal diam. Ia sempat menawarkan beberapa solusi pada warga yang terdampak.

Opsi pertama berupa bantuan langsung kepada warga terdampak. Besaran bantuan diperkirakan antara Rp 2 juta hingga Rp 3 juta per bulan untuk setiap karyawan atau kepala keluarga.

Selain bantuan tunai, Pemprov Jabar membuka peluang kerja baru bagi mantan pekerja tambang. Posisi yang tersedia meliputi tenaga kebersihan jalan, sopir, operator alat berat, hingga petugas pemadam kebakaran.

“Kami memerlukan tenaga kebersihan jalan, misalnya sepanjang Parung Panjang, nanti akan kami rekrut dari karyawan yang terdampak penutupan tambang dengan gaji sesuai UMK,” ujar Dedi. (*)

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mendiktisaintek Minta Untan Cepat Tangani Kasus Deepfake Vulgar Mahasiswi
• 19 jam laludetik.com
thumb
Hubungan China-AS bukan sekadar slogan, kata Wang Yi
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Jerome Powell Ditunjuk Jadi Ketua Sementara The Fed Sampai Kevin Warsh Dilantik
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Beda Pendapat Roy Suryo dan Ketum Joman soal KIP Dapat Buktikan Keaslian Dokumen
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Presiden Prabowo Resmikan Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Nganjuk
• 12 jam lalumatamata.com
Berhasil disimpan.