Deal dengan Persija Jakarta! Laga PSM vs Arema FC Jadi Lagi Perpisahan Victor Dethan?

harianfajar
1 minggu lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR — Pertandingan antara PSM Makassar dan Arema FC pada Sabtu, 9 Mei 2026, tiba-tiba terasa lebih emosional dari sekadar laga biasa di akhir musim. Di tengah tekanan kompetisi dan situasi tim yang belum sepenuhnya stabil, muncul satu pertanyaan yang mulai bergaung di kalangan suporter Pasukan Ramang: apakah ini akan menjadi laga perpisahan bagi Victor Dethan?

Rumor mengenai masa depan winger muda itu semakin menguat dalam beberapa pekan terakhir. Nama Dethan kini berada di pusat pusaran bursa transfer Super League 2026/2027, menjadi salah satu talenta lokal paling diburu klub-klub besar. Awalnya, persaingan tampak mengerucut antara Persib Bandung dan Persebaya Surabaya.

Persib disebut melihat Dethan sebagai bagian dari regenerasi lini serang mereka. Sosok Bojan Hodak dikabarkan tertarik dengan karakter permainan sang winger—cepat, agresif, dan berani dalam duel satu lawan satu. Sementara Persebaya memiliki pendekatan berbeda: lebih personal dan emosional.

Di sana ada Bernardo Tavares, pelatih yang pernah menjadi figur penting dalam perkembangan karier Dethan di PSM. Hubungan keduanya menciptakan spekulasi kuat bahwa sang pemain bisa saja memilih melanjutkan perjalanan bersama pelatih yang paling memahami potensinya.

Namun seperti banyak cerita dalam sepak bola modern, arah negosiasi bisa berubah cepat dan senyap.

Ketika perhatian publik masih terpecah pada duel Persib dan Persebaya, kabar dari internal Persija Jakarta mulai mencuat. Klub ibu kota disebut telah mencapai kesepakatan awal dengan Victor Dethan. Tidak ada pengumuman resmi, tetapi sinyal-sinyal yang muncul semakin sulit diabaikan—terutama setelah kepastian bahwa kontrak sang pemain bersama PSM tidak akan diperpanjang.

Dalam logika bursa transfer, situasi seperti ini adalah peluang emas. Pemain muda dengan kualitas tinggi dan status bebas transfer selalu menjadi incaran utama. Klub tidak perlu mengeluarkan biaya transfer besar, cukup fokus pada negosiasi kontrak pribadi dan proyek jangka panjang.

Dan Persija tampaknya bergerak paling cepat.

Jika rumor tersebut benar, maka laga melawan Arema FC berpotensi menjadi penampilan terakhir Dethan bersama PSM di hadapan publik sendiri. Situasi itu tentu menghadirkan nuansa emosional tersendiri. Sebab bagi sebagian suporter, Dethan bukan hanya pemain muda biasa. Ia adalah simbol regenerasi, representasi harapan bahwa talenta lokal Makassar masih bisa tumbuh dan bersinar di tengah ketatnya persaingan sepak bola nasional.

Perjalanan Dethan bersama PSM memang bukan cerita instan. Ia berkembang perlahan, menembus persaingan skuad utama lewat keberanian dan konsistensi. Dalam beberapa musim terakhir, namanya semakin sering menjadi pembeda di lini serang—baik melalui kecepatan, kreativitas, maupun energi yang ia bawa di lapangan.

Karena itu, kemungkinan kepergiannya terasa lebih dari sekadar kehilangan teknis.

PSM sendiri kini berada di titik yang cukup rumit. Klub tidak hanya menghadapi ancaman kehilangan Victor Dethan, tetapi juga potensi eksodus beberapa pemain inti lain. Nama-nama seperti Yuran Fernandes, Aloisio Soares Neto, hingga Victor Luiz juga terus dikaitkan dengan klub-klub besar Super League.

Situasi ini menciptakan kekhawatiran bahwa PSM sedang memasuki fase transisi besar. Dalam sepak bola, kehilangan satu pemain penting masih bisa ditutup oleh sistem. Tetapi ketika beberapa figur inti pergi bersamaan, yang dipertaruhkan bukan hanya kualitas tim—melainkan identitas permainan itu sendiri.

Menariknya, Persebaya disebut menjadi salah satu klub yang paling aktif membidik pemain-pemain PSM. Selain Dethan, mereka juga dikaitkan dengan Yuran Fernandes dan sejumlah nama lain yang pernah bekerja sama dengan Bernardo Tavares. Pendekatan ini dianggap sebagai upaya membangun chemistry instan tanpa harus memulai dari nol.

Di sisi lain, Persija hadir dengan daya tarik berbeda. Klub ibu kota itu diyakini sedang menyiapkan proyek besar untuk musim depan. Jika benar berhasil mendapatkan Victor Dethan, maka transfer tersebut bukan hanya soal kebutuhan teknis, tetapi juga simbol ambisi Persija untuk membangun kekuatan baru.

Dan di tengah semua spekulasi itu, pertandingan melawan Arema FC menjadi terasa jauh lebih penting.

Bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga soal emosi, perpisahan, dan kemungkinan berakhirnya sebuah perjalanan. Stadion mungkin tetap dipenuhi sorak dukungan, tetapi ada nuansa berbeda yang mengiringi setiap sentuhan bola Dethan nanti—seolah publik sedang menyaksikan satu bab terakhir yang perlahan mendekati penutupnya.

Namun sepak bola selalu penuh kejutan.

Selama belum ada pengumuman resmi, semua kemungkinan masih terbuka. Bursa transfer adalah ruang yang cair, tempat negosiasi bisa berubah dalam hitungan jam. Tetapi satu hal yang sudah pasti: nama Victor Dethan kini telah menjadi simbol panasnya perebutan talenta muda Indonesia.

Dan jika laga melawan Arema benar-benar menjadi salam perpisahan, maka itu akan menjadi akhir dari satu fase penting bagi PSM Makassar—sekaligus awal dari cerita baru yang lebih besar bagi sang pemain.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Maqdisy Heroes Long March Tanamkan Solidaritas Palestina Sejak Dini
• 3 jam lalurepublika.co.id
thumb
Inovasi Pangan-Energi Ini Bikin Prabowo Gembira: Bukan Pura-Pura, Negara-Negara Panik karena Krisis
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Tuntaskan Konsolidasi Golkar Sulsel, Muhidin Tegaskan Akan Membawa Aspirasi Akar Rumput ke Ketum Bahlil
• 4 jam laluharianfajar
thumb
Tingkah Gemas Gubernur Sherly Tjoanda saat Blusukan di Hutan Suku Togutil, Tiba-tiba Akui Ingin Menghilang
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Jelang Berangkat Ibadah Haji, Ashanty Akui Lebih Sensitif dan Mudah Menangis
• 15 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.