Pemerintah Gelontorkan Rp14 T untuk Revitalisasi Sekolah di 3T

disway.id
6 hari lalu
Cover Berita

KUPANG, DISWAY.ID - Pemerintah terus mempercepat transformasi pendidikan nasional melalui program revitalisasi sekolah berskala besar pada 2026.

Sebanyak Rp14 triliun disiapkan untuk memperbaiki dan membangun lebih dari 11 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia, dengan prioritas utama daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

BACA JUGA:Kemendikdasmen Kolaborasikan Sejumlah Program dengan DBL Indonesia, Salah Satunya Super Teacher

Program yang dijalankan melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ini menjadi langkah strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung peningkatan kualitas pembelajaran.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan percepatan penyaluran anggaran menjadi fokus utama agar sekolah penerima manfaat segera merasakan dampaknya.

“Kami menekankan agar anggaran ini bisa dipercepat dan dicairkan secara merata, sehingga dampaknya langsung dirasakan oleh sekolah-sekolah penerima,” ujar Mu’ti saat Peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan di SMAN 9 Kupang, Selasa (5/5/2026).

BACA JUGA:Susunan Upacara Hardiknas 2026 Resmi Kemendikdasmen Lengkap Jadwal dan Teks Ikrar Pelajar

Menurutnya, revitalisasi sekolah bukan sekadar memperbaiki bangunan rusak, tetapi juga membangun ekosistem pendidikan yang lebih sehat dan modern. Pemerintah ingin memastikan sekolah menjadi ruang belajar yang aman sekaligus mampu menghadirkan proses pembelajaran yang mindful, meaningful, dan joyful.

Sebagai dasar pelaksanaan program, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Dikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang standar sekolah aman dan nyaman. Regulasi ini menjadi pedoman dalam memenuhi aspek fisik maupun sosial di lingkungan pendidikan.

Secara nasional, revitalisasi akan difokuskan pada sekolah dengan kondisi rusak berat, wilayah terdampak bencana, serta kawasan 3T yang selama ini menghadapi keterbatasan infrastruktur pendidikan. Pemerintah menargetkan percepatan pembangunan dilakukan bertahap hingga 2028.

Selain pembangunan fisik, Kemendikdasmen juga mempercepat digitalisasi pendidikan. Hingga 2026, pemerintah menargetkan digitalisasi menjangkau lebih dari 71 ribu unit pendidikan. Sementara program intervensi fasilitas pendidikan (IFP) ditingkatkan hingga mendekati 900 ribu unit guna memperkuat sarana belajar di daerah.

Mu’ti menilai keberhasilan program tidak hanya ditentukan anggaran, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia di daerah. Ia menekankan pentingnya growth mindset dan mental tangguh bagi seluruh pelaksana pendidikan.

Sementara itu, Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTT dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga karakter, kreativitas, dan kewirausahaan.

Ia juga mengapresiasi berbagai program Kemendikdasmen di NTT, mulai dari revitalisasi sekolah, digitalisasi pembelajaran, Pendidikan Profesi Guru (PPG), hingga pemerataan distribusi guru yang dinilai mampu mengurangi kesenjangan pendidikan di wilayahnya.

BACA JUGA:Tampang Asyhari Tersangka Pelecehan Puluhan Santriwati Ponpes Pati saat Dicokok Polisi

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pembangunan Flyover Latumeten Jakbar Dimulai, Simak Rekayasa Lalu Lintasnya
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Pembayaran Dam Kloter 5 Surabaya Capai 70 Persen di Arab Saudi
• 16 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Update: Inilah Daftar Saham yang Masih Masuk di Dalam MSCI
• 3 jam lalukatadata.co.id
thumb
Studi Tunjukkan 60 Persen Anak Muda di Bawah Usia 40 Tahun Lebih Memilih Swadiagnostik Saat Sakit
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
Cara Purbaya Stabilkan Rupiah yang Tembus 17.500 per Dolar AS: BSF hingga Doa
• 16 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.