JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY menyatakan proyek tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall akan dibangun bertahap.
Dia menyebut proyek ini menurut rencana akan dibangun di 25 kabupaten/kota di pesisir utara Jawa.
AHY menyebut megaproyek ini membutuhkan anggaran besar serta koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah. Giant Sea Wall akan mencakup lima provinsi, yakni Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
"Saat ini kami terus mengorkestrasi koordinasi antarkementerian dan lembaga. Ke depan akan ada Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa," kata AHY di Jakarta, Kamis (7/5/2026), dikutip dari laporan jurnalis KompasTV, Claudia Carla dan Arief Rahman.
Baca Juga: Mensesneg Sebut Investor China dan Korea Selatan Tertarik dengan Proyek Giant Sea Wall
Selain tanggul laut raksasa, untuk melindungi daerah pesisir, AHY menyebut pemerintah juga akan memanfaatkan ekosistem alam seperti mangrove sebagai upaya perlindungan.
"Dari sisi infrastruktur, kami siap memastikan pembangunan tanggul pantai, tanggul laut, termasuk kombinasi hybrid yang lebih alami seperti mangrove, dilakukan secara bertahap."
AHY menekankan megaproyek ini memerlukan kemauan politik atau political will jajaran pemerintah. Menurutnya, proyek ini pun telah masuk dalam program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Terkait atensi Bapak Presiden terhadap proyek Giant Sea Wall, tentu ini menjadi prioritas beliau," kata AHY.
"Dalam Program Kerja Prioritas Nasional, khususnya pilar keenam yang berbicara mengenai infrastruktur dan ketahanan, pembangunan Giant Sea Wall atau perlindungan Pantura Jawa ditempatkan sebagai salah satu prioritas utama."
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- giant sea wall
- agus harimurti yudhoyono
- proyek giant sea wall
- tanggul laut pantura
- tanggul laut
- AHY





