Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp17.333 per USD

idxchannel.com
1 minggu lalu
Cover Berita

Mata uang Garuda naik 54 poin atau sekitar 0,31 persen ke level Rp17.333 per USD.

Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp17.333 per USD. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat pada akhir perdagangan Kamis (7/5/2026). Mata uang Garuda naik 54 poin atau sekitar 0,31 persen ke level Rp17.333 per USD.

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menilai sentimen datang dari global yaitu optimisme atas kemungkinan berakhirnya perang di Timur Tengah. Namun, pasar masih waspada setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa "terlalu dini" untuk pembicaraan tatap muka dengan Teheran dan seorang anggota parlemen senior Iran mengatakan bahwa proposal AS lebih merupakan daftar keinginan daripada kenyataan.

Baca Juga:
Purbaya: Kebijakan Fiskal Tak Depresiasi Rupiah, Justru Kunci Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen

“Iran mengatakan pada Rabu bahwa mereka sedang meninjau proposal perdamaian AS yang menurut sumber akan secara resmi mengakhiri perang, sambil membiarkan tuntutan utama AS agar Iran menangguhkan program nuklirnya dan membuka kembali Selat Hormuz,” tulis Ibrahim dalam risetnya. 

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran yang dikutip oleh kantor berita ISNA Iran mengatakan Teheran akan menyampaikan tanggapannya. Trump mengatakan dia percaya Iran menginginkan kesepakatan. 

Baca Juga:
Dongkrak Rupiah, Pemerintah Siap Terbitkan Panda Bond di China

Sumber mediasi Pakistan dan orang lain yang diberi informasi tentang pembicaraan tersebut mengatakan bahwa kesepakatan hampir tercapai mengenai memorandum satu halaman yang secara resmi akan mengakhiri konflik.

Media AS, Axios, melaporkan bahwa AS mengharapkan tanggapan Iran mengenai beberapa poin penting dalam 48 jam ke depan, mengutip sumber yang mengatakan bahwa ini adalah kesepakatan terdekat yang pernah dicapai kedua pihak sejak perang dimulai.

Baca Juga:
Harga Avtur Naik di Tengah Pelemahan Rupiah, Kemenhub Bakal Evaluasi Penyesuaian Tarif Tiket Pesawat

Fokus pasar hari ini akan tertuju pada Klaim Pengangguran Awal dan pidato-pidato dari para pejabat Federal Reserve. Para pedagang juga bersiap untuk data laporan ketenagakerjaan AS untuk bulan April yang akan dirilis besok hari Jumat, karena hal itu dapat menentukan langkah Fed selanjutnya terkait kebijakan suku bunga.


Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) mengatakan Presiden Prabowo Subianto merestui tujuh langkah penting yang akan ditempuh Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas rupiah. 

Pertama, BI akan terus melakukan intervensi baik melalui transaksi tunai, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), maupun intervensi di pasar luar negeri (Offshore NDF) seperti di Singapura, London, hingga New York.

Kedua, BI mengandalkan instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk menarik aliran modal masuk (inflow) guna menutupi keluarnya modal asing di pasar SBN dan saham.

Selanjutnya, dengan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan, BI telah membeli SBN dari pasar sekunder sebesar Rp123,1 triliun sepanjang tahun berjalan (year-to-date).

Keempat, BI memastikan likuiditas di pasar uang tetap mencukupi, yang tercermin dari pertumbuhan uang primer sebesar 14,1 persen.

Kemudian, BI telah menurunkan batas pembelian dolar tanpa dokumen pendukung (underlying) dari USD100 ribu menjadi USD50 ribu per orang dalam satu bulan, dan berencana menurunkannya kembali menjadi USD25 ribu. Selain itu, BI mendorong penggunaan mata uang lokal (LCT) melalui pasar Yuan-Rupiah untuk diversifikasi dari dolar.

Keenam, BI membolehkan bank domestik ikut terlibat dalam penjualan Offshore NDF di luar negeri agar pasokan dolar lebih melimpah.

Terakhir, BI meningkatkan pengawasan terhadap bank dan korporasi dengan aktivitas pembelian dolar yang tinggi melalui pengiriman tim pengawas ke lapangan.

Perry secara khusus menyoroti pembatasan pembelian dolar sebagai langkah kunci untuk meredam spekulasi di dalam negeri. Dia menegaskan koordinasi erat dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus dilakukan untuk memastikan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga meski nilai tukar berfluktuasi.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dede Sunandar Pilih Pisah, Sudah Antar Istri Pulang ke Rumah Orang Tua
• 2 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Reaksi Sule saat Tahu Nathalie Holscher Mau Nikah Lagi
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Kecewa Wacana Investor Asing, Peternak di Tulungagung Bagikan Telur Gratis
• 4 jam laluberitajatim.com
thumb
Cuaca Tak Menentu, Tim Medis Pantau Kondisi Satwa Ragunan
• 19 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Presiden Prabowo akan Resmikan Museum Ibu Marsinah dan Panen Raya Jagung Nasional
• 20 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.