41 Titik Kabel Semrawut di Kota Bandung Ditertibkan Sepanjang 2026

metrotvnews.com
1 minggu lalu
Cover Berita

Bandung: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus menata wajah kota agar lebih rapi, aman, dan nyaman bagi masyarakat. Salah satu upaya yang kini digencarkan adalah penertiban kabel udara yang semrawut, karena dinilai membahayakan pengguna jalan sekaligus mengganggu estetika kota.

Kepala Bidang Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi Diskominfo Kota Bandung, Indra Arief Budyana mengatakan, penataan kabel dilakukan secara rutin serta responsif terhadap laporan masyarakat maupun kejadian insidentil di lapangan.

"Selain kegiatan rutin, kami juga banyak menangani kasus insidentil seperti kabel tertarik truk, pohon tumbang, atau kabel menjuntai akibat perubahan infrastruktur," ujar Indra di Bandung, Kamis, 7 Mei 2026.
 

Baca Juga :

14 Ton Kabel Udara di Jalan Buahbatu Bandung Rampung Diturunkan

Sepanjang Januari hingga awal Mei 2026, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung telah melakukan perapihan kabel di 41 titik. Titik-titik tersebut tersebar di sejumlah ruas jalan dan kawasan permukiman.

Puluhan titik yang telah ditangani berada di sejumlah kawasan strategis dan padat aktivitas, di antaranya Jalan Merdeka, Jalan Aceh, Jalan Cihampelas, kawasan Soekarno-Hatta, hingga Gedebage. Penataan juga menyasar kawasan permukiman seperti Cigadung, Sukajadi, dan Mengger.

Salah satu penanganan terbaru dilakukan di kawasan Gedebage. Di lokasi tersebut, kabel menjuntai cukup panjang setelah tiang penyangga hilang akibat proyek pelebaran jembatan.

Menurut Indra, kabel yang melintang di atas jalan menjadi prioritas utama penanganan. Keberadaan kabel tersebut memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan pengguna jalan, terutama kendaraan besar.

"Kalau kabel melintang di jalan itu rawan. Bisa tersangkut truk atau kendaraan tinggi, apalagi kalau posisinya rendah atau kendur," jelas Indra.

Meski penertiban dilakukan secara rutin, Diskominfo mengakui masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Salah satunya keterbatasan personel, terutama saat harus menangani kejadian mendadak pada malam hari.

"Kalau kejadian malam seperti kabel tertarik kendaraan tentu butuh waktu untuk mobilisasi. Kami tidak standby 24 jam penuh," ucap Indra.


Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Pati, Jawa Tengah. (Metro TV/ Udin Ali Nani)


Selain itu, proses koordinasi lintas instansi juga menjadi tantangan tersendiri, terutama untuk penanganan di ruas jalan nasional yang memerlukan izin dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Pemkot Bandung menargetkan penataan kabel yang lebih permanen melalui penggunaan kabel bawah tanah, khususnya untuk jaringan fiber optik di titik-titik strategis. "Harapannya ke depan tidak ada lagi kabel yang melintang di atas jalan. Minimal di titik persimpangan bisa diturunkan ke bawah," ungkap Indra.

Diakui Indra, upaya tersebut juga akan diperkuat dengan rencana penyusunan pedoman nasional terkait infrastruktur telekomunikasi agar terdapat standar penataan yang seragam antara pemerintah pusat dan daerah.

Pemkot Bandung turut mengajak masyarakat berperan aktif menjaga keselamatan lingkungan dengan melaporkan kabel menjuntai atau membahayakan melalui layanan darurat 112. "Laporan warga sangat membantu. Biasanya cepat kami tindak lanjuti bersama operator," tutup Indra.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penggunaan AC Berlebihan Saat Musim Panas Disebut Bisa Picu Gejala Mirip Flu
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Transmart Full Day Sale Digelar Hari Ini, TV hingga AC Diskon Gede
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Mulai Muncul Dukungan dari Jember untuk Menteri Haji dan Umrah Jadi Ketum PBNU
• 23 jam laluberitajatim.com
thumb
Frans Putros Wajib Bawa Persib Juara, Pelatih Irak Beri Patokan Syarat Mutlak Skuad Piala Dunia 2026
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
‎Geram Jefri Nichol Dicibir Tak Layak Ikut Umrah, Abidzar Al Ghifari Pasang Badan Bela Sang Sahabat
• 10 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.