Paus Sperma 17 Meter Terdampar Mati di Pantai Jembrana Bali

tvonenews.com
1 minggu lalu
Cover Berita

Jembrana, tvOnenews.com - Seekor paus sperma ditemukan terdampar dalam kondisi mati di bibir Pantai Anyar Sari, Desa Nusasari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali. Bangkai mamalia laut yang diperkirakan berukuran 17 meter tersebut kini tengah dalam proses penanganan oleh petugas gabungan.

Peristiwa ini bermula pada Selasa sore saat nelayan setempat melihat paus tersebut masih terombang-ambing sekitar 100 meter dari bibir pantai dalam kondisi hidup. Namun, sekitar pukul 16.00 WITA, paus itu ditemukan telah terdampar di pasir pantai dan dinyatakan mati.

Hingga Rabu siang (6/5/2026), upaya evakuasi sempat mengalami kendala teknis. Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, menyebutkan bahwa air laut yang pasang menyulitkan petugas untuk mendekati dan menangani bangkai paus tersebut. Upaya penyelidikan penyebab kematian paus malang itu baru bisa dilakukan setelah air surut.

Tim dokter hewan dari Jaringan Satwa Indonesia segera melakukan tindakan nekropsi atau bedah bangkai. Langkah ini dilakukan secara tertutup sesuai standar operasional prosedur (SOP) terhadap satwa yang dilindungi.

“Nekropsi dilakukan guna mengetahui secara pasti jenis paus serta penyebab kematian hingga terdampar di pantai,” ujar Drh. Abdul Latif Muhamad selaku tim dokter nekropsi.

Hasil identifikasi awal menunjukkan bahwa satwa tersebut adalah paus sperma berjenis kelamin betina dengan panjang sekitar 17 meter. Dari pemeriksaan fisik kasat mata, petugas tidak menemukan adanya luka bekas perburuan. Dugaan sementara, paus tersebut mati setelah terjebak di perairan dangkal.

Tim medis telah mengambil sedikitnya 20 sampel organ tubuh paus untuk diteliti lebih lanjut di laboratorium guna memastikan penyebab kematian dari sisi internal.

Rencananya, setelah seluruh rangkaian nekropsi selesai pada Rabu petang, bangkai paus raksasa tersebut akan langsung dikubur di area sekitar Pantai Anyar Sari menggunakan alat berat. Namun, karena air kembali pasang, penguburan bangkai paus raksasa ini baru bisa dilakukan Kamis pagi.

Fenomena terdamparnya paus ini menyedot perhatian besar warga sekitar. Sejak pagi hari, masyarakat berbondong-bondong datang ke lokasi untuk melihat dari dekat bangkai satwa langka tersebut sebelum akhirnya dikuburkan secara permanen. (awt/gol)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Persis Hadapi Laga Hidup Mati Kontra Persita, Zanadin Fariz Siap Berjuang Habis-habisan demi Selamat dari Degradasi BRI Super League
• 5 jam lalubola.com
thumb
Mantan Kasat Resnarkoba Kutai Barat Ditangkap Bareskrim terkait Dugaan TPPU Jaringan Narkoba Ishak
• 20 jam lalupantau.com
thumb
Oki Ramadhana Jadi Bos INA, Alex Widi Jabat Plt Dirut Mandiri Sekuritas
• 15 jam lalubisnis.com
thumb
Luhut Sebut Reformasi Pasar Modal OJK Sudah Tepat, Investor Asing Dinilai Berpotensi Kembali Masuk
• 23 jam lalupantau.com
thumb
Gus Rozin: Kita Harus Akui Kekerasan di Pasentren Itu Ada
• 14 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.