TEHERAN, KOMPAS.TV - Iran meledek Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump usai memutuskan menunda pengawalan kapal di Selat Hormuz.
Pemimpin Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengeluarkan pernyataan yang mencibir Trump tersebut.
"Operasi Percaya Saya Bro gagal. Kini kembali ke rutinitas operasi Fauxios," tulis Ghalibaf di akun media sosial X miliknya, Kamis (7/5/2026),
Baca Juga: Ghalibaf Gaungkan Bangsa Iran Tak Akan Menyerah, Serukan Lima Poin Permintaan ke Rakyatnya
Seperti dilaporkan Tasnim, operasi Fauxios merupakan pernyataan sarkastik yang merujuk pada publikasi media yang berbasis di AS, Axios, mengenai pengaturan itu.
Media yang memiliki kaitan dengan Garda Revolusi Iran (IRGC) tersebut menuduh Axios sebagai sumber utama dari berita palsu Gedung Putih.
Fauxios yang diungkapkan Ghalibaf, mengacu pada kata Faux, yang diterjemahkan sebagai palsu.
Adapun Trump menunda operasi Angkatan Laut (AL) AS untuk mengawal kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz.
Dilansir dari NBC News, penundaan tersebut dilakukan setelah Arab Saudi menolak mengizinkan pesawat AS yang terlibat untuk terbang melalui wilayah negara teluk itu.
Pejabat AS mengungkapkan pihak Saudi dan negara teluk lainnya terkejut dengan rencana Trump melakukan pengawalan di Selat Hormuz bernama Project Freedom tersebut.
Penulis : Haryo Jati Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : X@mb_ghalibaf/Tasnim/NBC News
- iran
- donald trump
- iran ledek trump
- pengawalan
- selat hormuz
- mohammad bagher ghalibaf





