Republikorp dan Baykar Perkuat Kerja Sama Pengembangan Drone Tempur Bayraktar KIZILELMA

wartaekonomi.co.id
6 hari lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Republikorp Group dan Perusahaan Pertahanan asal Türkiye, Baykar kembali memperkuat kemitraan strategis Indonesia–Türkiye. Hal itu dilakukan melalui penandatanganan perjanjian pengembangan Bayraktar KIZILELMA Unmanned Combat Aircraft (UCAV) dalam ajang SAHA 2026 di Istanbul.

Kerja sama tersebut menjadi kelanjutan dari Joint Venture Agreement (JVA) yang telah dimulai sejak 2025 untuk produksi lokal drone Bayraktar TB3 dan AKINCI di Indonesia.

Baca Juga: Indosat Percepat Strategi AI, Targetkan Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan

Kini, kolaborasi kedua pihak diperluas ke pembangunan ekosistem industri dirgantara berkelanjutan dan pengembangan drone tempur generasi baru Bayraktar KIZILELMA.

Melalui kerja sama antara Baykar dan PT Republik Aero Dirgantara, pengembangan operasional Bayraktar KIZILELMA ditargetkan dapat memperkuat kemampuan UCAV Indonesia mulai 2028.

Kemitraan ini mencakup transfer teknologi, pengembangan sumber daya manusia, pembangunan fasilitas maintenance, repair and overhaul (MRO), pusat produksi dan integrasi lokal, sertifikasi tenaga ahli, hingga riset teknologi strategis masa depan.

Chairman Republikorp Group, Norman Joesoef mengatakan kerja sama tersebut bertujuan membangun fondasi industri dirgantara dan sistem tanpa awak yang berkelanjutan di Indonesia.

“Bersama Baykar, kami membangun ekosistem aerospace dan unmanned systems yang berkelanjutan, mulai dari produksi, maintenance, pengembangan SDM, hingga riset teknologi masa depan,” ujar Norman Joesoef.

Sementara itu, CEO Baykar, Haluk Bayraktar menilai pengembangan Bayraktar KIZILELMA menjadi tonggak baru dalam hubungan strategis antara Indonesia dan Türkiye.

“Pengembangan Bayraktar KIZILELMA menjadi tonggak baru dalam hubungan strategis Indonesia dan Türkiye,” kata Haluk Bayraktar.

Kerja sama ini juga menandai transformasi hubungan kedua negara menuju kemitraan strategis industri pertahanan yang lebih mendalam, khususnya dalam transfer teknologi, pembangunan kapasitas nasional, dan inovasi industri pertahanan masa depan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Netflix ekspansi paket beriklan ke 15 negara, Indonesia masuk daftar
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Nadiem klaim kenaikan harta Rp4,87 triliun adalah nilai IPO GOTO pada 2022
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Pascabencana Sumatera: 19.312 Huntara dan 357 Huntap Terbangun
• 8 jam laluokezone.com
thumb
Proyek LRT Dikebut, Pemprov Target Kepala Gading-Manggarai Cuma 27 Menit
• 7 jam laludetik.com
thumb
China Menolak Disetir Barat, Buka-Bukaan Fakta Tak Terduga
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.