TABLOIDBINTANG.COM - Vanesha Prescilla untuk pertama kalinya menjajal genre horor lewat film The Scarecrow Valley. Dalam film garapan Billy Christian itu, ia memerankan Sandra, seorang ibu yang mengalami tekanan mental berat setelah kehilangan anaknya.
Selama ini, Vanesha lebih dikenal lewat deretan film drama romantis. Karena itu, keterlibatannya di proyek horor psikologis menjadi warna baru dalam perjalanan kariernya di industri perfilman Indonesia.
Dalam konferensi pers di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa (5/5), aktris kelahiran 1999 tersebut mengaku ketertarikannya terhadap genre horor psikologis sudah muncul sejak lama. Kesukaannya menonton serial dan film bertema serupa membuat tawaran dari produser Andreas Sullivan dan Billy Christian terasa seperti kesempatan yang sudah lama dinantikan.
"Beberapa minggu sebelum aku dapat tawaran, itu aku memang lagi banyak nonton series atau film yang genrenya tuh psychological horror. Dan aku suka banget memang dari dulu sama psychological horror," kata Vanesha Prescilla.
Adik dari Sissy Priscillia itu mengatakan dirinya langsung tertarik saat membaca naskah. Menurutnya, karakter Sandra menghadirkan tantangan emosional yang belum pernah ia coba sebelumnya.
"Terus kayak, 'ini manifes gue kok terjawab ya sekarang', kayak kalau lagi nonton film atau series kayak gitu aku selalu, 'pengen deh cobain punya karakter kayak gitu kalau main film', dan ternyata masuk tawarannya," tuturnya.
Untuk mendalami peran tersebut, Vanesha berusaha memahami kondisi psikologis seorang ibu yang kehilangan sosok paling berharga dalam hidupnya. Ia menilai karakter Sandra memiliki luka batin yang kompleks hingga memengaruhi cara pandangnya terhadap realitas.
"Yang penting buat aku juga bagaimana aku tuh harus deep dive into the character buat mengerti sebab akibat dari apa yang lagi dia rasakan di saat itu," jelasnya.
The Scarecrow Valley mengambil lokasi syuting di Jepang dan mengangkat kisah bernuansa misteri desa boneka yang lekat dengan cerita rakyat setempat. Meski berlatar budaya Jepang, Vanesha percaya emosi yang dihadirkan film ini tetap dekat dengan kehidupan banyak orang.
"Di sini kan karakter Sandra kehilangan anaknya ya, sosok yang mungkin bisa kita bilang paling dia sayangin. Perasaan itu tuh bisa dirasakan sama semua orang," pungkasnya.
Selain The Scarecrow Valley, rumah produksi Memento Works dan Studio Emu juga tengah menyiapkan film horor lain berjudul Jikobukken. Film tersebut akan dibintangi Dimas Anggara dan Yumi Kwandy dengan cerita yang terinspirasi dari fenomena hunian bekas lokasi kematian tragis di Jepang.


