HARIAN FAJAR, JAKARTA – Laga Persija Jakarta kontra Persib Bandung dipindahkan ke Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur. Pelatih Persija, Mauricio Souza, pasrah. Dia tak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah Macan Kemayoran kehilangan kesempatan tampil di kandang sendiri
Pertandingan bertajuk El Clasico Jakarta itu dijadwalkan berlangsung pada Minggu (10/5/2026). Keputusan pemindahan venue diambil karena alasan keamanan. Situasi itu membuat Persija kembali gagal memainkan laga kandang selama 7 tahun melawan Persib di ibu kota.
Mauricio Souza mengaku tidak memiliki kuasa untuk mengubah keputusan tersebut. Meski kecewa, pelatih asal Brasil itu menegaskan timnya tetap harus fokus menghadapi pertandingan penting tersebut.
“Kami tidak bisa berbuat apa-apa. Tentu saja kami sangat menyesal pertandingan dipindah dari Jakarta,” kata Mauricio Souza.
Persija Kehilangan Atmosfer Kandang
Mauricio menilai laga melawan Persib Bandung seharusnya menjadi momentum besar bagi Persija dan The Jakmania. Bermain di Jakarta diyakini bisa memberi dorongan moral tambahan untuk Macan Kemayoran.
Menurutnya, dukungan langsung suporter memiliki pengaruh penting dalam pertandingan sebesar Persija vs Persib yang selalu dipenuhi tekanan tinggi.
Tak hanya soal atmosfer stadion, Mauricio juga menyinggung kualitas lapangan SUGBK yang dinilainya jauh lebih baik dibanding venue pengganti di Samarinda.
“Kondisi lapangan jauh lebih baik ketimbang tempat kami bermain nanti.”
“Tapi ini sudah diputuskan dan kami tidak punya kendali atas itu.”
“Tugas kami adalah pergi ke sana dan melakukan yang terbaik,” lanjut Mauricio Souza.
Pernyataan tersebut menggambarkan situasi sulit yang sedang dihadapi Persija jelang pertandingan krusial musim ini.
Duel Penentu Persaingan Papan Atas
Laga Persija melawan Persib bukan sekadar duel rival klasik sepak bola Indonesia. Pertandingan ini juga sangat penting dalam persaingan papan atas klasemen Super League 2025/2026.
Persib Bandung saat ini masih berada di puncak klasemen dengan koleksi 72 poin. Sementara Persija Jakarta terus berusaha menjaga peluang untuk tetap bersaing di papan atas.
Selisih poin yang tidak terlalu jauh membuat duel di Samarinda diprediksi berlangsung panas dan menentukan arah persaingan menjelang akhir musim.
Bagi Persija, kehilangan status tuan rumah penuh tentu menjadi kerugian besar. Apalagi laga tersebut semestinya menjadi kesempatan mereka memanfaatkan tekanan publik Jakarta terhadap rival abadinya.
Mauricio Singgung Potensi Keuntungan untuk Persib
Mauricio Souza belum bisa memastikan apakah perpindahan venue benar-benar menguntungkan Persib Bandung. Namun ia menegaskan situasi tersebut jelas merugikan Persija sebagai tim tuan rumah.
Menurutnya, Persija seharusnya mendapat keuntungan bermain di depan suporternya sendiri di Jakarta.
“Kami seharusnya bermain di lapangan kami sendiri, dengan suporter kami, dan tentu saja itu adalah poin positif bagi kami.”
“Saya tidak tahu apakah Persib diuntungkan dengan hal ini.”
“Bagi kami sama sekali tidak mendapat keuntungan,” tutup Mauricio Souza.
Persija Kembali Jadi Tim Musafir
Pemindahan laga ke Samarinda juga memperpanjang catatan Persija yang kembali gagal menjamu Persib Bandung di Jakarta dalam beberapa musim terakhir.
Situasi serupa sebelumnya beberapa kali terjadi karena persoalan izin keamanan, membuat Macan Kemayoran harus bermain di luar kota saat menghadapi rival utamanya.
Kini, Persija kembali harus menjadi “tim musafir” dalam pertandingan yang seharusnya digelar di kandang sendiri.
Meski demikian, Mauricio Souza memastikan timnya tetap akan datang ke Samarinda dengan target memberikan performa terbaik demi menjaga peluang Persija di papan atas Super League musim ini. (*)





