Ratusan Pekerja PTPN IV Cot Girek Datangi Kantor Bupati Aceh Utara, Minta Kepastian Penyelesaian Klaim Lahan

disway.id
1 minggu lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Ratusan karyawan PTPN IV Regional VI Kebun Cot Girek bersama anggota keluarga mendatangi Kantor Bupati Aceh Utara, Kamis (7/5/2026).

Mereka menggelar aksi damai untuk menyampaikan keresahan atas belum tuntasnya persoalan klaim lahan yang berkembang di wilayah perkebunan tersebut.

Sejak pagi, massa mulai memadati halaman kantor bupati dengan membawa spanduk dan poster berisi tuntutan agar pemerintah segera menghadirkan kepastian hukum. Aparat keamanan tampak berjaga mengawal jalannya aksi yang berlangsung tertib dan kondusif.

Para peserta aksi mengaku khawatir ketidakpastian penyelesaian persoalan lahan akan berdampak terhadap stabilitas kerja dan kehidupan sosial masyarakat sekitar perkebunan.

BACA JUGA:Terungkap! Ini Nama 20 Korban Bus ALS Terbakar Hasil Identifikasi Polda Sumsel

Sebagian besar warga Cot Girek, menurut mereka, menggantungkan penghasilan dari aktivitas perkebunan yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

“Kami hanya ingin bekerja dengan tenang. Selama ini masyarakat sangat terbantu secara ekonomi dari keberadaan perusahaan. Kalau persoalan ini terus berlarut, masyarakat kecil yang paling merasakan dampaknya,” ujar Rusli Cut Ali di sela aksi.

Nada serupa disampaikan Muhammad Yusuf. Ia berharap penyelesaian persoalan dilakukan secara objektif dan sesuai ketentuan hukum agar tidak menimbulkan keresahan berkepanjangan di tengah masyarakat.

“Masyarakat tidak ingin konflik. Kami ingin hidup aman dan mencari nafkah dengan tenang untuk keluarga,” katanya.

Dalam aksi tersebut, para pekerja juga meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menjembatani aspirasi mereka kepada pemerintah pusat dan instansi terkait. Mereka berharap ada langkah konkret untuk mempercepat penyelesaian sengketa secara adil dan transparan.

BACA JUGA:Massa Desak DPR Gelar RDPU Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba oleh Relawan BNN Rahmadi

Sejumlah peserta aksi mengaku mulai merasakan tekanan psikologis akibat situasi yang belum menentu. Fandi Afrian Rinaldi, salah seorang pekerja, mengatakan isu yang terus berkembang di lapangan membuat masyarakat dihantui rasa khawatir terhadap masa depan pekerjaan mereka.

“Sekarang masyarakat mulai tidak tenang. Kami hanya pekerja biasa yang sehari-hari hidup dari pekerjaan di kebun. Harapan kami pemerintah hadir memberikan kepastian agar kondisi sosial tetap terjaga,” ujarnya.

Menurut para pekerja, stabilitas di lingkungan perkebunan menjadi hal penting karena menyangkut keberlangsungan ekonomi ribuan keluarga di kawasan Cot Girek dan sekitarnya.

Mereka khawatir ketegangan berkepanjangan dapat memicu gangguan sosial di tengah masyarakat.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mulai 1 Juni, CFD Rasuna Said Digelar Tiap Minggu Pukul 05.30-09.00 WIB
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Kronologi Ibu Kandung Aniaya Anak hingga Tewas di Riau, Modus Pelaku Lakukan Pengobatan Spiritual
• 4 jam lalugrid.id
thumb
Tak Lagi Milik Anak Muda, Blok M Kini Jadi Magnet Liburan Keluarga
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Politik sepekan, LCC MPR hingga Prabowo soal terima uang bulan depan
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Carrick Bikin MU Bangkit Drastis, Manajemen Akhirnya Tak Punya Pilihan Selain Mengangkatnya Permanen
• 20 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.