JAKARTA, KOMPAS.TV - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Budi Gunadi Sadikin memaparkan hasil investigasi kasus meninggalnya dokter magang (internship) di Jambi, Myta Aprilia Azmy (MAA).
Dokter Myta diketahui telah meninggal dunia pada Jumat (1/5/2026) setelah sempat dirawat intensif di Rumah Sakit Mohammad Hoesin, Palembang, Sumatera Selatan.
Plt Inspektur Jenderal Kemenkes Rudi Supriatna Nata Saputra menyatakan tim investigasi menemukan kelemahan dalam program magang.
Ia menyebutkan salah satu kelemahan pelaksanaan program magang yang ditemukan tim investigasi adalah pengaturan jam kerja di tempat magang Dokter Myta.
"Jadi, memang terdapat indikasi kelebihan jam kerja. Dari aturan kehadiran, dokter internship ini pada stase bangsal di sana, di Kuala Tungkal, ini on call," ujar Rudi dalam konferensi pers pada Kamis (7/5/2026), dipantau dari Breaking News KompasTV.
Ia mengatakan setelah selesai visit dokter, dokter magang stand by di rumah sakit atau di kos, tetapi umumnya peserta lebih memilih tetap di rumah sakit hingga selesai.
Rudi menyebut jam kerja dokter magang di sana dari jam 8 pagi sampai jam 8 malam untuk shift pagi atau dari jam 8 malam hingga jam 8 pagi untuk shift malam.
Baca Juga: Menkes Datangi RSUD Kuala Tungkal, Pastikan Penyebab Kematian Dokter Magang | KOMPAS MALAM
"Atas kondisi ini, kami kemarin menemukan dari pendampingnya ini coba, bahasanya memanipulasi jadwal presensi dari kehadiran peserta internship. Jadi patut diduga pendampingnya ini melakukan hal tersebut," ucapnya.
Rudi mengatakan Dokter Myta selama periode Februari-April 2026 bertugas di UGD. Di UGD, menurut hasil investigasi pihaknya, rata-rata jumlah pasien per shiftnya 10-15 orang.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- kemenkes
- dokter magang
- dokter magang meninggal
- jambi
- dokter myta
- investigasi





