jpnn.com - JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memacu semangat belajar siswa di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Menurut Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq, pelaksanaan Program MBG mulai menunjukkan dampak positif terhadap semangat belajar siswa dan kondisi kesehatan mereka.
Wamendikdasmen Fajar menyampaikan itu saat meninjau Program MBG di SMA Wahdah Islamiyah, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (6/5). Fajar mengatakan bahwa hingga kini pelaksanaan MBG di sekolah itu berjalan baik tanpa ditemukan adanya persoalan serius. Fajar dalam kunjungan tersebut juga berdialog langsung dengan siswa, guru, serta petugas Puskesmas yang terlibat dalam pemantauan kesehatan peserta didik.
BACA JUGA: BGN Dorong Kampus Jadikan Program MBG Laboratorium Hidup Riset & Kajian
"Siswa menyarankan agar sayur dan buah diperbanyak serta variasinya ditingkatkan. Masukan ini akan kami sampaikan kepada pihak terkait untuk peningkatan layanan MBG," kata Wamendikdasmen Fajar dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (7/5).
Selain memantau distribusi makanan bergizi, Fajar turut meninjau fasilitas Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan proses pemeriksaan kesehatan rutin yang dilakukan petugas puskesmas. Menurut keterangan petugas kesehatan, ditemukan indikasi adanya penurunan gejala anemia ringan setelah program MBG berjalan.
BACA JUGA: ART di Makassar Diduga Mencuri Perhiasan Majikan Senilai Rp 700 Juta, Begini Kasusnya
"Sebelum ada MBG, cukup banyak siswa yang mengalami gejala anemia ringan. Setelah program berjalan, ditemukan adanya korelasi dengan penurunan gejala tersebut," ucap Fajar mengutip penjelasan petugas kesehatan.
Meski begitu, Wamendikdasmen Fajar menegaskan temuan tersebut masih memerlukan penelitian dan evaluasi lebih lanjut agar dapat dibuktikan secara ilmiah.
BACA JUGA: Soal âTitipanâ Anak Pejabat dalam Pelaksanaan SPMB, Wamendikdasmen Fajar Bilang Begini
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang mengatakan evaluasi terhadap pelaksanaan program terus dilakukan secara berkala di berbagai daerah.
Menurut Nanik, masukan dari siswa maupun sekolah menjadi bagian penting dalam penyempurnaan program dengan memastikan layanan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan anak-anak.
"Berbagai masukan terkait variasi menu maupun kualitas pelayanan akan menjadi bahan evaluasi bersama," ujar Nanik.
Dia menambahkan BGN terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan sekolah agar kualitas makanan dan standar keamanan pangan dalam Program MBG tetap terjaga.
"Program MBG bukan hanya soal pemenuhan kebutuhan makan, melainkan juga investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang sehat, aktif, dan produktif menuju Indonesia Emas 2045," kata Nanik. (antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi




