Gubernur Jateng: Bawang Merah Brebes Tetap Primadona

bisnis.com
1 minggu lalu
Cover Berita

Bisnis.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa komoditas bawang merah asal Kabupaten Brebes tetap menjadi andalan utama dan primadona, baik di pasar dalam negeri maupun mancanegara. Pernyataan ini disampaikan dalam kunjungannya di Pendopo Kabupaten Brebes pada Kamis (7/5/2026).

"Tidak usah khawatir, Brebes itu bawang merahnya justru yang dicari-cari sampai negara lain. Meskipun ada tekanan dari komoditas luar, Brebes tetap menjadi prioritas utama dan barometer nasional," tegas Luthfi.

Pernyataan itu menjadi respons atas kekhawatiran petani lokal akan menjamurnya bawang bombai mini impor di pasar-pasar tradisional. Sekilas, bawang bombai tersebut memiliki penampilan fisik yang menyerupai bawang merah lokal. Namun, kata Luthfi, baik aroma maupun rasanya masih jauh dari karakter bawang merah khas Brebes.

Guna memperkuat perlindungan terhadap petani, Pemerintah Kabupaten Brebes telah mengambil langkah taktis dengan menerbitkan surat edaran larangan peredaran bawang bombai mini. Kebijakan ini merujuk pada Keputusan Menteri Pertanian Nomor 015/Kpts/S.130/D/12/R2017. Regulasi tersebut secara eksplisit melarang impor dan peredaran bawang bombai dengan diameter kurang dari 5 sentimeter, karena ukurannya yang kecil sering disalahgunakan untuk mengelabui konsumen sebagai bawang merah lokal.

Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menambahkan bahwa posisi Brebes sebagai lumbung bawang merah nasional sangat krusial. Saat ini, Brebes menyumbang sekitar 60% dari total produksi bawang merah di Jawa Tengah, dan berkontribusi sebesar 20% untuk pemenuhan kebutuhan nasional. Tak hanya jago kandang, bawang merah Brebes telah rutin merambah pasar ekspor ke negara-negara tetangga seperti Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Singapura.

Lebih lanjut, Luthfi memaparkan bahwa perlindungan komoditas hortikultura ini merupakan bagian dari visi besar Jawa Tengah pada tahun 2026, yakni mencapai swasembada pangan. Jawa Tengah diproyeksikan menjadi penumpu utama ketahanan nasional. Fokus pemerintah saat ini tidak hanya pada bawang merah, tetapi juga peningkatan produksi padi. Setelah berhasil memproduksi 9,4 juta ton padi pada tahun lalu, target tahun ini dinaikkan menjadi minimal 10,5 juta ton gabah kering giling (GKG). 

Menghadapi tantangan perubahan iklim dan ancaman kemarau panjang yang diprediksi akan melanda tahun ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi. Strategi pompanisasi, pembangunan sumur bor, hingga peresmian dua embung baru di Brebes menjadi bukti keseriusan dalam menjaga stabilitas sektor pertanian.

Luthfi menginstruksikan seluruh kepala daerah di Jawa Tengah untuk memetakan potensi kekeringan secara detail. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan langkah intervensi maupun mitigasi yang dilakukan pemerintah daerah dapat dijalankan secara tepat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Eropa dan Asia Genjot Impor Batu Bara untuk Gantikan Gas Alam Timteng
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Raja Ampat Siap Lakukan Proses Revalidasi Status UNESCO Global Geopark
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Sekda Parepare Jelaskan Anggaran Makan Minum Rp7,2 Miliar, Dipusatkan untuk Jamuan Tamu dan Rapat Pemkot
• 3 jam laluharianfajar
thumb
Bupati Suwardi Haseng Absen pada Konsolidasi Golkar Sulsel di Soppeng
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Pengendara Mobil Bawa Bersajam di Italia Tabrak Pejalan Kaki, 7 Orang Terluka
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.