Kiai Ashari Tak Kabur Sendiri, Polisi Tangkap Pria yang Bantu Pelariannya

viva.co.id
1 minggu lalu
Cover Berita

Pati, VIVA – Pelarian pendiri Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Ndolo Kusumo di Pati, Kiai Ashari (51), ternyata diduga tidak dilakukan seorang diri. Polisi mengungkap adanya sosok pria berinisial KS yang disebut ikut membantu tersangka selama buron dari kejaran aparat.

KS ditangkap polisi di wilayah Bekasi pada Rabu, 6 Mei 2026. Setelah diamankan, pria tersebut langsung dibawa ke Polresta Pati untuk menjalani pemeriksaan intensif terkait dugaan keterlibatannya dalam pelarian Kiai Ashari.

Baca Juga :
Taj Yasin Sebut Kasus Pelecehan Terhadap Santriwati di Ponpes Pati Terpantau Sejak 2024
Pasal Berlapis Dikenakan ke Kiai Ashari, Polisi Beberkan Ancaman Hukuman Beratnya!

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Pati, Komisaris Polisi Dika Hadian Widya Wiratama mengatakan KS diduga ikut membantu Ashari sejak proses pemanggilan sebagai tersangka hingga akhirnya melarikan diri.

"Yang berbaju putih itu kami duga ikut serta pelarian daripada tersangka saat dilakukan pemanggilan sebagai tersangka," tuturnya, Kamis, 7 Mei 2026.

Polisi menduga KS tidak sekadar membantu pelarian biasa. Kapolresta Pati, Komisaris Besar Polisi Jaka Wahyudi mengungkapkan pria tersebut diduga ikut terlibat dalam penyusunan rencana kabur hingga upaya menghilangkan jejak Ashari selama berpindah-pindah kota.

"Orang yang diduga dalam pelarian daripada tersangka, baik dari mulai perencanaan sampai pada kegiatan cara menghapus jejak dibantu yang kita tangkap," kata Jaka.

Adapun kasus ini mencuat setelah puluhan santriwati diduga menjadi korban kekerasan seksual oleh seorang pengasuh pesantren. 

Kuasa hukum korban, Ali Yusron, menyampaikan bahwa laporan telah diajukan ke Polresta Pati sejak 2024. Namun, ia menilai proses penanganan kasus tersebut berjalan cukup lama meski telah disertai sejumlah bukti, termasuk hasil visum.

Peristiwa ini juga memicu reaksi masyarakat. Aksi massa dilaporkan terjadi pada Sabtu, 2 Mei 2026, sebagai bentuk kekecewaan terhadap dugaan kasus yang menimpa para santriwati tersebut.

“Kami minta ini untuk ditindaklanjuti menjadi langkah preventif dari lembaga terkait bagaimana ada pengawasan terhadap lembaga pendidikan untuk mengintensifkan pelaksanaan pendidikan yang baik dan mewaspadai dari penyimpan-penyimpangan di dalam penyelenggaran pendidikan itu,” kata Cholil Nafis.

Selain itu, ia menyoroti peran lembaga pengawas seperti Majelis Masyayikh di bawah Kementerian Agama untuk lebih aktif dalam melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penyelenggaraan pendidikan di pesantren agar tetap sesuai dengan aturan dan etika.

Baca Juga :
Kiai Ashari Diduga Cabuli Santriwati hingga 10 Kali! Beraksi Selama 4 Tahun
Begini Penampakan Kiai Ashari yang Diduga Cabuli Puluhan Santriwati Saat Ditangkap
Penampakan Pengasuh Ponpes Pati Tersangka Pencabulan Santriwati Ditangkap di Wonogiri

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BlackRock Berencana Investasi Rp170 Triliun dalam IPO SpaceX
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
Sejak Awal SMAN 1 Pontianak Akui Tidak Punya Maksud Menganulir Hasil Lomba, Sebut Hanya Ingin Dapat Kejelasan
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Satpolairud Garut Intensifkan Patroli Pantai Cegah Kecelakaan Laut
• 16 jam lalurepublika.co.id
thumb
ITS Surabaya Gelar Bedah Film dan Diskusi Terbuka Film "Pesta Babi"
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Kapolri Lapor ke Presiden: SPPG Dibangun di Wilayah 3 T dan 47 Pakai Energi Terbarukan
• 21 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.