Persija Jakarta Angkat Bendera Putih! Serahkan Juara ke Persib Bandung atau Berjuang Demi Borneo FC

harianfajar
6 hari lalu
Cover Berita

FAJAR, JAKARTA — Persija Jakarta tampaknya mulai berdamai dengan kenyataan pahit dalam perburuan gelar Super League 2025/2026. Di tengah persaingan yang semakin menipis menuju akhir musim, Macan Kemayoran perlahan seperti mengangkat bendera putih. Bukan karena menyerah sepenuhnya, tetapi karena mereka sadar jalan menuju podium juara kini nyaris mustahil ditembus.

Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, bahkan secara terbuka mengakui peluang timnya untuk menjadi juara tinggal sangat kecil. Hanya satu persen. Sebuah pengakuan yang terdengar realistis sekaligus menyakitkan bagi klub sebesar Persija yang sejak awal musim memikul ekspektasi tinggi dari jutaan Jakmania.

Namun di balik nada pesimistis itu, Souza memastikan satu hal: Persija belum berhenti bertarung.

Macan Kemayoran masih ingin menjaga harga diri mereka di sisa musim. Jika trofi mulai menjauh, maka setidaknya mereka ingin tetap menjadi penentu arah perebutan gelar antara dua rival utama di papan atas: Persib Bandung dan Borneo FC.

Persija saat ini berada di posisi ketiga klasemen sementara dengan koleksi 65 poin. Mereka tertinggal tujuh angka dari Persib Bandung dan Borneo FC yang sama-sama berada di puncak persaingan juara Super League musim ini.

Secara matematis, peluang itu memang masih ada. Dengan tiga pertandingan tersisa, Persija masih bisa menyamai perolehan poin para pesaingnya. Tetapi syaratnya sangat berat: mereka harus menyapu bersih seluruh laga tersisa sambil berharap Persib dan Borneo FC terpeleset di waktu bersamaan.

Dalam situasi seperti itu, Souza memilih berbicara apa adanya.

“Sejujurnya, peluang juara mungkin tinggal satu persen. Selama masih ada peluang secara matematis, kami akan terus berjuang untuk itu. Namun, Borneo dan Bandung adalah tim yang sangat konsisten sepanjang kompetisi,” kata Souza saat ditemui JawaPos.com di Persija Training Ground, Kamis (7/5/2026).

Ucapan tersebut menggambarkan bagaimana Persija melihat realitas persaingan musim ini. Persib Bandung dan Borneo FC memang tampil jauh lebih stabil sepanjang kompetisi. Kedua tim nyaris tidak kehilangan momentum di fase krusial musim, sementara Persija justru beberapa kali kehilangan poin penting saat peluang mendekat ke puncak klasemen.

Inkonsistensi itulah yang perlahan membuat Persija tertinggal.

Padahal di atas kertas, kualitas skuad Macan Kemayoran tidak kalah bersaing. Mereka memiliki pemain-pemain berpengalaman, kedalaman tim yang cukup baik, serta dukungan besar dari suporter. Namun sepak bola tidak hanya ditentukan kualitas individu, melainkan juga kemampuan menjaga ritme sepanjang musim.

Dan di titik itulah Persib Bandung serta Borneo FC terlihat lebih siap.

Meski begitu, Souza menolak jika timnya disebut sudah menyerah. Pelatih asal Brasil itu memastikan Persija tetap akan tampil agresif dan memburu kemenangan di setiap pertandingan tersisa, termasuk saat menghadapi Persib Bandung dalam laga klasik penuh gengsi akhir pekan ini.

Bahkan Souza cukup percaya diri timnya mampu mengalahkan Maung Bandung.

“Tim kami sama sekali tidak takut untuk bermain. Tim kami adalah tim yang bermain menyerang dan selalu memburu kemenangan. Saya pikir kami punya peluang besar untuk mengalahkan Bandung. Kami datang ke sana untuk memenangkan pertandingan,” tegas Souza.

Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa Persija masih ingin memainkan peran penting dalam perebutan gelar. Jika mereka mampu menumbangkan Persib Bandung, maka dampaknya bisa sangat besar terhadap peta persaingan juara.

Kemenangan Persija bukan hanya menjaga asa tipis mereka sendiri, tetapi juga berpotensi menguntungkan Borneo FC dalam perebutan posisi puncak klasemen.

Karena itulah duel Persija kontra Persib kali ini terasa lebih dari sekadar laga klasik dua rival besar. Pertandingan ini bisa menjadi titik penentu arah gelar juara Super League musim ini.

Persija datang dengan misi menjaga harapan dan harga diri. Sementara Persib membawa ambisi besar untuk tetap bertahan di jalur juara.

“Tetapi memang, untuk menjadi juara sangat sulit. Meski begitu, kami tetap harus datang dan memenangkan pertandingan, seperti yang selalu kami lakukan melawan semua lawan di liga. Kami selalu mengejar kemenangan,” sambung Souza.

Sebagaimana diketahui, Persija Jakarta akan menghadapi Persib Bandung pada pekan ke-32 Super League 2025/2026. Namun laga panas tersebut tidak akan berlangsung di Jakarta.

Macan Kemayoran harus menjamu rival abadinya itu di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (10/5/2026) pukul 15.30 WIB.

Kondisi tersebut menimbulkan kekecewaan tersendiri bagi Souza. Sebab laga sebesar Persija kontra Persib idealnya dimainkan di hadapan atmosfer penuh tekanan dari puluhan ribu suporter di ibu kota.

Alih-alih mendapatkan keuntungan kandang penuh, Persija justru harus memainkan laga penting itu jauh dari rumah sendiri.

Situasi ini tentu memunculkan nuansa yang berbeda dalam duel klasik penuh rivalitas tersebut.

“Ini akan menjadi pertandingan antara dua tim besar dan bakal menjadi laga yang hebat. Sangat disayangkan lapangannya tidak berada dalam kondisi yang baik,” pungkas Souza.

Kini, Persija berada di persimpangan yang rumit. Mereka memang belum benar-benar tersingkir dari perebutan gelar, tetapi nasib tidak lagi sepenuhnya berada di tangan sendiri.

Macan Kemayoran hanya memiliki dua pilihan di sisa musim: terus berjuang hingga peluang terakhir benar-benar tertutup, atau secara tidak langsung menjadi penentu siapa yang layak berdiri di singgasana juara antara Persib Bandung dan Borneo FC.

Dan semuanya bisa dimulai dari Samarinda.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dukung Ekosistem Haji, BSI (BRIS) Sediakan Layanan Penukaran Uang Riyal di Embarkasi
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Imbas Keluhan Investor Meningkat, Prabowo Minta Sistem Perizinan Dipermudah
• 16 jam lalueranasional.com
thumb
Jelang Bertemu Xi Jinping, Trump Minta China Buka Diri terhadap Bisnis AS
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Hasil SBY Cup 2026: LavAni Raih Kemenangan Perdana Usai Kalahkan Tirta Bhagasasi Lewat Skor Telak
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Sinopsis Film The Shrine, Kim Jae Joong Jadi Dukun Eksorsisme yang Bertarung dengan Entitas Jahat di Kuil Jepang
• 36 menit lalugrid.id
Berhasil disimpan.