MEKKAH, KOMPAS – Mata Abdul Hanan Arsyad (68) tampak memerah menahan tangis haru. Di atas kursi roda, ia tak henti mengucap rasa syukur. ”Saya terharu dengan panggilan Allah ini," ujarnya saat tiba di Bandara King Abdulaziz Jeddah, Arab Saudi, Kamis (7/5/2026).
Hanan tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 12 Lombok (LOP). Kloter ini adalah kloter pertama jemaah haji gelombang kedua yang mendarat di Jeddah.
Seperti dilaporkan Kompas.com, air mata Hanan menggenang di pelupuk mata ketika ia menceritakan peran sang anak dalam membantunya menunaikan ibadah haji setelah menunggu selama 14 tahun. "Anak saya yang melunasi biaya haji saya," kata dia.
Sebagai seorang petani padi, Hanan mengungkap bahwa penghasilannya tidak menentu. Demi mimpi sang ayah memenuhi panggilan Allah ke Baitullah, putranya kemudian menutup biaya ibadah hajinya.
"Saya berdoa agar anak saya menjadi anak yang berguna bagi agama, nusa, dan bangsa," tutur Hanan.
Jemaah lainnya, Sahalil merasa terharu atas sambutan para petugas Indonesia. Salah satu petugas bahkan memberikan pengarahan dengan bahasa khas Lombok setibanya mereka di Bandara Jeddah.
"Rasanya seperti tidak jauh-jauh dari rumah, terasa hangat sekali sambutannya," ujarnya.
Kloter 12 LOP terdiri atas jemaah Kabupaten Lombok Tengah (273 jemaah) dan Kabupaten Lombok Timur (115 jemaah). Mereka tiba di Bandara Jeddah sekitar pukul 06.30 Waktu Arab Saudi.
Setelah jemaah Embarkasi Lombok, jemaah haji gelombang kedua terus berdatangan. Setelah mereka, jemaah Embarkasi Aceh (BTJ) dan Embarkasi Solo (SOC) melalui jalur fast track.
Sejumlah pejabat turut menyambut jemaah haji gelombang kedua. Mereka yakni Duta Besar RI untuk Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad, Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI Ian Heriyawan, Inspektur Jenderal Kemenhaj Dendi Suryadi, Konsul Jenderal Republik Indonesia di Jeddah Yusron B. Ambary, serta Kepala Daerah Kerja Bandara Abdul Basir.
Dubes Abdul Aziz Ahmad berpesan agar jemaah haji menjaga kesehatan mengingat cuaca Arab Saudi lebih panas dari Indonesia. "Jemaah agar menjaga kesehatan karena prosesi ibadah haji ini masih panjang," katanya.
Para jemaah mendarat dalam balutan baju ihram. Mereka langsung diangkut menggunakan bus-bus menuju Kota Mekkah. Jemaah Embarkasi Solo tiba lebih dulu di Mekkah berkat fasilitas jalur cepat imigrasi (fast track). Selain dari Embarkasi Solo, jemaah dari Embarkasi Jakarta, Surabaya, dan Makassar memperoleh fasilitas tersebut.
Setiba di Mekkah, jemaah Embarkasi Solo ditempatkan di Hotel Buri Rawdak, kawasan Syisyah-Raudhah, tenggara Masjidil Haram. Mereka terdiri atas 360 orang jemaah dan petugas, dengan rincian 168 jemaah laki-laki dan 192 jemaah perempuan.
Adapun jemaah Embarkasi Lombok (LOP 12) bertempat tinggal di Hotel Al Lualuah, juga di Syisyah Raudhah.
Ada 13 kloter lain yang tiba di Mekkah, Kamis, yaitu jemaah dari Embarkasi Padang (PDG 12), Embarkasi Aceh (BTJ 2), Embarkasi Ujung Pandang atau Makassar (UPG 22), Embarkasi Jakarta-Banten (JKB 12), Embarkasi Batam (BTH 15), Embarkasi Solo (SOC 45 dan 46), Embarkasi Surabaya (SUB 57, 58, dan 59), Embarkasi Yogyakarta (YIA 12), Embarkasi Medan (KNO 14), dan Jakarta-Pondok Gede (JKG 18).
Kepala Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Mekkah Ihsan Faisal mengatakan, jemaah gelombang kedua memakai baju ihram sejak dari embarkasi pemberangkatan. Setelah terbang sedikitnya sembilan jam plus dua atau tiga jam perjalanan Jeddah-Mekkah, mereka diistirahatkan di hotel masing-masing sebelum menunaikan umrah wajib.
“Para jemaah setelah check-in di hotelnya masing-masing, kita berikan waktu untuk istirahat, menjaga kebugaran, dan menjaga fisiknya. Mereka dari Tanah Air mengalami perjalanan begitu panjang sampai Bandara Jeddah, kemudian langsung diberangkatkan ke Makkah, jadi mereka perlu istirahat,” kata Faisal.
Kedatangan jemaah haji gelombang kedua akan berakhir pada 21 Mei mendatang sebelum pukul 24.00 waktu setempat saat Kerajaan Arab Saudi menutup seluruh bandara, pelabuhan, dan pintu terkait pelaksanaan puncak haji. Puncak haji akan dimulai dengan wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijah atau 26 Mei hingga 13 Dzulhijah atau 30 Mei.
Ihsan mengatakan, dengan kedatangan jemaah gelombang kedua, kini tak ada jeda lagi kedatangan jemaah. “Ketika sudah mulai kedatangan para jemaah gelombang kedua, di Daker Mekkah tidak ada istilah waktu jeda. Selama penerimaan kedatangan gelombang pertama, kita bisa mengestimasi waktu (kedatangan jemaah),” ujarnya.
“Artinya, (jemaah) bisa datang pagi hari, kemudian siang, sore, malam. Para petugas akan full 24 jam menerima kedatangan para jemaah, baik dari gelombang pertama yang terus datang dari Madinah, ditambah (jemaah) gelombang kedua yang datang dari Bandara Jeddah,” tambah Ihsan.
Menurut jadwal rencana perjalanan haji, kedatangan jemaah dari Madinah ke Mekkah akan berakhir pada 15 Mei mendatang.
Jemaah haji reguler Indonesia, yang berjumlah 203.320 orang, dibagi ke dalam 527 kloter. Sebanyak 267 kloter masuk gelombang pertama, sedangkan 260 kloter lainnya gelombang kedua.
Ihsan menyebutkan, setelah seluruh jemaah haji Indonesia tiba di Mekkah, petugas haji di Madinah dan di bandara akan juga dikerahkan ke Mekkah. “Seperti sering saya sampaikan, Mekkah itu episentrum pada saat puncak haji,” ujarnya.
“Rekan-rekan PPIH Arab Saudi dari Daker Bandara dan Daker Madinah akan membantu kita, terutama memonitor dan me-manage pelayanan di Masjidil Haram. Masjidil Harum akan semakin padat, akan semakin berjubel. Teman-teman dari Daker Bandara dan Daker Madinah itu akan kita perbantukan ke titik-titik kepadatan, terutama di Masjidil Haram,” jelas Ihsan.





