Krakatau Osaka Steel Tutup Operasional, Ratusan Buruh Terkena PHK

wartaekonomi.co.id
1 minggu lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Penutupan operasional pabrik PT Krakatau Osaka Steel (KOS) di Cilegon mulai berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. Setidaknya 161 buruh dilaporkan telah kehilangan pekerjaan, dan jumlah tersebut diprediksi akan terus bertambah hingga mendekati 200 orang.

Perusahaan patungan antara Osaka Steel Co., Ltd. dan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) ini rencananya akan menghentikan seluruh kegiatan usaha pada Juni 2026. "Ada 161 orang yang di-PHK, tapi sudah bertambah, sudah mendekati angka 200 orang," ujar Presiden Partai Buruh Said Iqbal, Kamis (7/5/2026).

Pelemahan permintaan baja nasional menjadi pemicu utama penghentian operasional pabrik yang sebelumnya menyuplai proyek infrastruktur besar. Melambatnya proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) dan jalan tol menyebabkan penyerapan hasil produksi baja menurun drastis sehingga perusahaan melakukan rasionalisasi.

Selain faktor internal proyek domestik, banjir impor produk baja murah dari China turut memperparah kondisi persaingan industri dalam negeri. Produk lokal dilaporkan sulit bersaing secara harga dengan baja impor yang memiliki spesifikasi tertentu dengan nilai jual jauh lebih rendah.

Manajemen PT Krakatau Osaka Steel berkomitmen memberikan kompensasi bagi para pekerja yang terdampak kebijakan penutupan ini. Pihak perusahaan menjanjikan pembayaran pesangon sebesar dua kali lipat dari ketentuan aturan yang berlaku saat ini.

Baca Juga: INDEF Soroti Risiko Ekonomi dalam Larangan Bahan Perasa Rokok: Bisa Berujung Gelombang PHK

Proses perundingan antara serikat pekerja dan manajemen masih terus berlangsung guna memastikan hak-hak buruh terpenuhi sepenuhnya. Partai Buruh bersama KSPI juga telah mendirikan Posko Orange untuk mengawal laporan serta pendampingan bagi para pekerja yang terkena PHK.

Kabar penghentian kegiatan produksi ini sebelumnya telah dikonfirmasi oleh Kementerian Perindustrian sejak awal tahun 2026. Pabrik KOS sendiri sudah mulai menghentikan aktivitas produksinya secara bertahap sejak akhir April 2026 lalu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mengintip Perawatan Kecantikan dengan Teknologi Skin Tightening Korea yang Disukai Park Shin Hye
• 9 jam laluherstory.co.id
thumb
Apa Motif Kim Jong-un Mengamandemen Konstitusi dengan Menghilangkan “Unifikasi”?
• 8 jam laluerabaru.net
thumb
Prabowo Sebut MBG dan Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Desa
• 6 jam lalupantau.com
thumb
Mortal Kombat II Libas Dilan ITB 1997, Tembus 500 Ribu Penonton Jauh Lebih Cepat
• 12 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Saat Bareskrim Gerebek B Fashion Hotel yang Ternyata Sarang Peredaran Narkotika
• 16 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.