Ponorogo (beritajatim.com) — Ratusan massa yang tergabung dalam Konsorsium Pergerakan Ponorogo Bersatu menggelar aksi damai di depan Gedung DPRD Ponorogo. Massa datang membawa poster dan spanduk. Isinya kritik terhadap sejumlah program pemerintah pusat. Program yang dianggap massa aksi membebani anggaran negara.
Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. Massa menyuarakan persoalan pendidikan dan kesejahteraan guru honorer. Mereka menilai sektor pendidikan belum menjadi prioritas utama pemerintah.
Koordinator aksi, Aang Pariyanto, mengatakan besarnya anggaran sejumlah program nasional perlu dievaluasi. Menurutnya, anggaran pendidikan seharusnya lebih diutamakan. Terutama untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Besarnya anggaran program MBG yang disebut mencapai ratusan triliun rupiah berlawanan dengan peningkatan kualitas SDM yang harusnya lebih diutamakan,” kata Aang, Kamis (7/5/2026).
Dia juga menyayangkan nasib guru honorer saat ini. Banyak guru sudah bertahun-tahun mengajar. Namun hingga kini belum mendapatkan kejelasan pengangkatan menjadi ASN. Menurutnya, kondisi itu menimbulkan kecemburuan di kalangan tenaga pendidik. Sebab, ada pegawai program baru yang dinilai lebih cepat mendapatkan status PPPK. Sementara guru honorer masih harus menunggu bertahun-tahun.
“Guru honorer ini mencerdaskan anak bangsa, harusnya juga turu diperhatikan serius,” ungkapnya.
Aang menilai kualitas pendidikan saat ini juga masih menghadapi banyak persoalan. Mulai dari sarana prasarana sekolah hingga kesejahteraan tenaga pengajar. Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan perhatian serius pemerintah.
Meski begitu, massa tidak sepenuhnya menolak seluruh program pemerintah pusat. Mereka mendukung kebijakan yang dinilai mampu menggerakkan ekonomi masyarakat desa. Program yang berdampak langsung pada rakyat kecil diharapkan tetap dipertahankan.
“Untuk ekonomi desa, kami dukung KDMP yang saat ini masih dalam tahap pembangunan,” pungkasnya.
Usai berorasi, perwakilan massa melanjutkan audiensi dengan pimpinan DPRD Ponorogo. Audiensi diterima pimpinan DPRD Ponorogo, yakni Dwi Agus Prayitno, Evi Dwitasari, Pamuji, dan Anik Suharto dan jajaran sekretariat dewan. Pertemuan berlangsung di dalam gedung DPRD Ponorogo. (end/but)




