FAJAR, MAKASSAR—Muslim Life Fair Makassar 2026 resmi digelar di Summarecon Mutiara Makassar Convention Center (SMMCC), Kota Makassar, pada 1–3 Mei 2026.
Event ke‑15 bertajuk gaya hidup muslim dan ekonomi syariah, menjadi Muslim Life Fair pertama yang diselenggarakan di luar pulau Jawa. sekaligus menjadi momentum penting bagi pengembangan pasar halal dan ekosistem UMKM di Indonesia bagian timur.
Hari pembukaan, 1 Mei 2026
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, membuka secara resmi Muslim Life Fair Makassar 2026 pada Jumat, 1 Mei 2026.
Dalam sambutannya, Gubernur menekankan bahwa event ini bukan saja ajang pameran produk muslim, tetapi ruang kolaborasi bagi para pelaku usaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan penguatan UMKM Sulsel.
Menurut Andi Sudirman, penyertaan lebih dari 113 tenant dengan komposisi 80 persen berasal dari Sulawesi Selatan dan 20 persen dari pulau Jawa menjadi bukti bahwa kegiatan ini mampu menggeliatkan ekosistem ekonomi umat dan berpotensi mendongkrak pertumbuhan ekonomi Sulsel.
Ia juga berharap Muslim Life Fair dapat menjadi agenda rutin di Makassar sehingga transaksi dan pergerakan ekonomi terus berlangsung.
Kegiatan dan target transaksi
Ajang Muslim Life Fair Makassar 2026 menargetkan total transaksi sebesar Rp6 miliar dengan sasaran sekitar 20.000 pengunjung selama tiga hari pelaksanaan.
Sebanyak 113 tenant dan lebih dari 100 brand halal menampilkan berbagai produk, mulai dari fesyen muslim, produk kecantikan halal, hingga layanan pendidikan, keuangan syariah, dan lifestyle muslim.
Ketua Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI), Kahidir Khalid, menyampaikan bahwa dibutuhkan waktu bertahun‑tahun untuk bisa membawa event besar yang selama ini berpusat di Pulau Jawa ke luar Jawa, sehingga kehadiran Muslim Life Fair di Makassar menjadi langkah strategis untuk memperluas pasar halal menuju Indonesia timur.
Peran Wali Kota Makassar dan UMKM Lokal
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut Muslim Life Fair sebagai “angin segar” bagi UMKM lokal.
Ia mendorong para pelaku usaha mikro untuk naik kelas melalui pelatihan, edukasi, dan ruang promosi yang tersedia dalam event ini.
Menurutnya, kolaborasi antara komunitas pengusaha muslim, Pemerintah Kota Makassar, dan berbagai lembaga terkait dapat mempercepat transformasi UMKM menuju pasar yang lebih luas dan berdaya saing.
“Hadirnya Muslim Life Fair juga dinilai mampu mendongkrak ekonomi kota Makassar, karena kegiatan ini menarik ribuan pengunjung, baik dari Sulawesi Selatan maupun daerah lain, yang berpotensi meningkatkan konsumsi dan perputaran ekonomi di sektor pariwisata, retail, dan jasa pendukung lainnya,” ucapnya.
Selain pameran, Muslim Life Fair Makassar 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan pendukung, seperti kajian ilmiah keislaman.
Ini perlombaan Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ) untuk anak‑anak, serta kegiatan edukatif lainnya untuk membina generasi muda yang mencintai Al‑Qur’an.
Event ini juga menampilkan kegiatan olahraga sunnah seperti memanah, nonton bareng film inspiratif, serta kelas‑kelas inspiratif tentang pemasaran digital dan kewirausahaan.
“Tujuannya mendukung transformasi digital UMKM agar lebih adaptif terhadap tren pasar modern,” ucapnya.
Dengan demikian, Muslim Life Fair Makassar 2026 dari 1 hingga 3 Mei berjalan sebagai ajang sinergi antara pemerintah daerah, komunitas pengusaha muslim, dan masyarakat umum dalam memperkuat ekonomi syariah.
Ini mengangkat brand halal lokal, dan mendorong UMKM Sulawesi Selatan untuk “naik kelas” di panggung nasional.(wis)





