Satu Kantong Jenazah Berisi Ibu dan Anak Saling Berpelukan, Total Korban Tewas 18 Orang

kompas.id
1 minggu lalu
Cover Berita

PALEMBANG, KOMPAS — Dari pemeriksaan di posko mortem kecelakaan bus ALS dan truk tangki minyak di kawasan Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, tim DVI menemukan satu kantong jenazah berisi bagian tubuh dari dua individu berbeda. Saat ditemukan, bagian tubuh individu yang lebih kecil menempel di ketiak individu dewasa.

”Kemungkinan itu bagian tubuh ibu dan anak berusia di bawah 5 tahun. Mereka kemungkinan saling berpelukan saat musibah terjadi,” ujar Kepala RS Bhayangkara Mohamad Hasan Palembang Komisaris Besar Budi Susanto seusai konferensi pers, Jumat (8/5/2026).

Budi mengatakan, bagian tubuh dari dua individu itu ditemukan dalam satu kantong jenazah berkode PM 0008. Tadinya, tim DVI mengira bahwa kantong jenazah itu berisi satu individu. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ternyata ada bagian tubuh dari dua individu yang saling menempel.

Baca JugaKorban Tewas Menjadi 17 Orang, Kemenhub Temukan Fakta Bus ALS Tidak Berizin

Akhirnya, mereka menyimpulkan ada dua korban dalam satu kantong jenazah tersebut. Dua individu itu kemudian diberi kode PM 0008B dan PM 0008C. Individu PM 0008B diduga perempuan dewasa, sedangkan individu PM 0008C adalah anak-anak berusia di bawah 5 tahun dengan jenis kelamin belum bisa dipastikan.

Kemungkinan itu bagian tubuh ibu dan anak berusia di bawah 5 tahun. Mereka kemungkinan saling berpelukan saat musibah terjadi.

Hanya saja, tim DVI mencurigai itu sebagai dua individu yang berstatus ibu dan anak. Sebab, sebelumnya, ada keluarga korban dari Way Kanan, Lampung, yang mengaku kehilangan tiga anggota keluarganya, terdiri dari Aldi (26), Rani (23), dan Bela (2). Ketiga korban itu berstatus satu keluarga. Namun, identitas semua jenazah belum bisa dipastikan hingga keluar hasil tes uji laboratorium DNA.

"Kami telah mengambil sampel pembanding dari individu PM 0008C dari bagian tendon dan tulang rawan individu PM 0008C untuk diuji DNA. Sampel itu akan dikirim ke Laboratorium Pusat Kedokteran dan Kesehatan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia di Jakarta, Sabtu (9/5/2026) pagi. Untuk 16 sampel pembanding jenazah lain, semuanya sudah dikirim pada Jumat pagi ini," kata Budi.

Selain itu, Budi menuturkan, individu PM 0008C menjadi korban terkecil atau berusia termuda. "Kemarin, dari 16 kantung jenazah yang diterima, kami menduga ada 13 jenazah laki-laki dewasa dan tiga jenazah perempuan dewasa. Sekarang, ada temuan bagian tubuh jenazah anak-anak berusia di bawah 5 tahun. Dengan begitu, total korban tewas yang ada di RS Bhayangkara menjadi 17 orang," terang Budi.

Total 18 korban tewas

Dengan penemuan individu PM 0008C tersebut, total jumlah korban tewas akibat kecelakaan maut antara bus ALS DNA truk tangki minyak tersebut menjadi 18 orang. Pasalnya, satu dari total empat korban selamat, yakni penumpang bus asal Tegal, Jawa Tengah bernama Muhammad Fahrul Hubaidi (31) meninggal dunia di RSUD Rupit Muratara, Jumat sekitar pukul 11.55 WIB.

Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Selatan Trisnawarman mengatakan, Fahrul meninggal karena gagal nafas. Hal itu disebabkan luka bakar parah yang dialaminya, yakni luka bakar sekitar 90 persen.

Fahrul sudah menjalani operasi pengangkatan jaringan kulit mati pada Rabu lalu usai selamat dari kecelakaan. Namun, kondisinya terus melemah hingga meninggal pada Jumat siang ini. "Jenazah Fahrul tidak dibawa lagi ke Palembang karena sudah terindentifikasi. Pihak ALS akan memfasilitasi pemulangan jenazah Fahrul dari Muratara langsung ke Tegal dalam waktu dekat," tutur Trisnawarman.

Baca JugaKenangan Terakhir Ayah Sopir Bus ALS dan Petuah Jalani Kehidupan Keras di Jalan

Untuk dua korban selamat lainnya adalah Jumiatun (34) dan Ngadiono (44). Keduanya merupakan penumpang bus asal Pati, Jawa Tengah. Saat ini, Jumiatun yang mengalami luka bakar 80-89 persen dalam kondisi stabil usai menjalani operasi pengangkatan jaringan kulit mati.

Akan tetapi, karena alasan medis dan kondisi sedang terjadi banjir di Musi Rawas Utara, Jumiatun yang dirawat di RSUD Rupit akan dievakuasi ke RS Bhayangkara Palembang dengan menggunakan mobil ambulans. "Saat ini, Jumiatun dirawat dengan bantuan ventilator dan ditidurkan. Keputusan ditidurkan untuk menghindari Jumiatun merasakan nyeri di sekujur tubuhnya," ujar Trisnawarman.

Adapun Ngadiono yang mengalami luka bakar 60 persen (bukan 23 persen sebagaimana diberitakan sebelumnya) dalam kondisi lebih baik. Dia telah dievakuasi lebih dahulu ke RS Bhayangkara Palembang dengan menggunakan helikopter pada Jumat siang.

"Ngadiono dalam kondisi stabil dan bisa berkomunikasi. Hanya saja, dia masih butuh perawatan intensif karena nyeri di sekujur tubuh dan ada risiko infeksi. Sekarang, dia dirawat di ICU RS Bhayangkara Palembang," kata Budi.

Perawatan para korban selamat diperkirakan butuh waktu lama. Sebab, mereka mengalami luka bakar di atas 50 persen. "Tidak menutup kemungkinan, mereka harus melakukan operasi lanjutan," ucap Budi.

Baca JugaKondisi Jenazah Rusak Parah, Identifikasi Hanya Bisa lewat Uji DNA

Sementara itu, biaya perawatan para korban selamat ditanggung oleh sejumlah pihak, antara lain dari pemerintah daerah, RS Bhayangkara Palembang, hingga pihak Jasa Raharja. Kepala Bagian Administrasi Jasa Raharja Sumsel Sugeng Prastowo mengatakan, selain mendukung biaya perawatan, mereka pun memberikan sejumlah santunan.

"Kami ikut membantu biaya perawatan korban selamat. Di samping itu, kami memberi santunan untuk korban luka maksimal Rp 20 juta per orang dan korban meninggal Rp 50 juta per orang. Santunan untuk korban meninggal akan diberikan kepada ahli waris setelah data ahli waris berhasil dikumpulkan dan proses identifikasi selesai," ungkap Sugeng.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sahroni Sebut Pemilihan Aset Negara Harus Jadi Standar Baru Pemberantasan Korupsi
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Akses Mudah dan Fasilitas Lengkap, Blok M Jadi Tempat Ekspresi Para Muda Mudi
• 11 jam laludisway.id
thumb
BMKG: Cuaca Indonesia Hari Ini Jumat 15 Mei 2026 Diprakirakan Hujan Guyur Kota Besar
• 18 jam laluliputan6.com
thumb
Yogyakarta Jadi Destinasi Favorit Penumpang Kereta di Libur Panjang Pekan Ini
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
Pria di Sleman Diduga Bunuh Diri, Sempat Keluhkan Sakit Asam Lambung
• 8 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.