FAJAR, SURABAYA — Aroma perubahan besar mulai terasa di tubuh Persebaya Surabaya menjelang musim 2026/2027. Setelah melewati musim yang penuh dinamika, Bajul Ijo disebut mulai menyusun fondasi baru demi kembali menjadi penantang serius gelar juara Super League.
Di balik rencana besar itu, nama Bernardo Tavares kembali mencuat.
Mantan pelatih PSM Makassar tersebut dikabarkan mulai masuk dalam radar manajemen Persebaya untuk memimpin proyek jangka panjang menuju musim 2027. Sosok Tavares dinilai memiliki karakter kuat dalam membangun tim kompetitif, terutama dalam mengembangkan pemain muda dan menciptakan identitas permainan agresif.
Dan jika proyek itu benar-benar berjalan, dua nama langsung disebut menjadi target utama: Marselino Ferdinan dan winger PSM, Rizky Eka Pratama.
Keduanya dianggap cocok menjadi bagian penting dalam kerangka skuad baru Persebaya.
Nama Marselino tentu bukan sosok asing bagi publik Surabaya. Gelandang kreatif Timnas Indonesia itu pernah menjadi ikon muda Bajul Ijo sebelum memutuskan berkarier di Eropa. Kini, peluang kepulangannya kembali ke Indonesia mulai menjadi pembicaraan hangat, terlebih setelah kondisinya sempat terganggu cedera hamstring dalam beberapa bulan terakhir.
Meski begitu, kualitas Marselino tetap tidak diragukan.
Bahkan pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, tetap memasukkan namanya dalam daftar 23 pemain untuk pemusatan latihan ASEAN Championship 2026 atau Piala AFF 2026.
Pemanggilan itu menjadi sinyal bahwa Marselino masih dianggap sebagai salah satu pemain penting masa depan Timnas Indonesia.
Dalam skuad sementara yang diumumkan Herdman, Marselino bahkan menjadi satu-satunya pemain abroad. Kehadirannya langsung menyita perhatian karena ia baru saja kembali bermain bersama tim cadangan klub Slovakia, AS Trencin B, setelah menjalani masa pemulihan cedera.
Jika benar kembali ke Indonesia dalam waktu dekat, Persebaya tentu menjadi destinasi yang paling masuk akal secara emosional maupun historis.
Namun bukan hanya Marselino yang menarik perhatian.
Nama Rizky Eka Pratama justru menjadi salah satu kejutan terbesar dalam daftar pemain Timnas Indonesia kali ini. Winger muda milik PSM Makassar itu akhirnya mendapatkan panggilan ke timnas senior setelah tampil cukup konsisten sepanjang musim bersama Pasukan Ramang.
Bagi banyak pengamat, pemanggilan Rizky menjadi pertanda bahwa Herdman mulai membuka ruang besar bagi generasi baru Timnas Indonesia.
Rizky dikenal sebagai pemain cepat dengan keberanian duel satu lawan satu yang cukup menonjol. Di tengah performa PSM yang tidak stabil musim ini, ia justru menjadi salah satu pemain yang mampu menjaga konsistensi permainan.
Pemanggilan tersebut terasa semakin spesial karena Rizky masuk bersama sejumlah debutan lain seperti Alfharezzi Buffon, Eksel Runtukahu, dan Fajar Fathurrahman.
Kehadiran nama-nama baru itu memperlihatkan bagaimana Herdman mulai membangun generasi berbeda di Timnas Indonesia.
“Tim ini membutuhkan energi baru, kompetisi baru, dan pemain yang lapar membuktikan diri,” ujar Herdman dalam pernyataan yang telah disunting ulang.
Pemusatan latihan sendiri akan berlangsung di Jakarta pada 26 hingga 30 Mei sebagai persiapan menuju Piala AFF 2026 yang digelar mulai Juli mendatang.
Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, serta pemenang playoff antara Brunei Darussalam dan Timor Leste.
Dari daftar pemain yang dipanggil, Persija Jakarta dan Dewa United menjadi penyumbang terbanyak dengan masing-masing empat pemain.
Sementara Borneo FC Samarinda dan Persib Bandung mengirim tiga nama.
Adapun PSM Makassar hanya menyumbang satu pemain, tetapi nama Rizky Eka justru menjadi salah satu yang paling banyak dibicarakan.
Jika rumor ketertarikan Persebaya terhadap dirinya benar terjadi, maka Rizky bisa menjadi bagian penting proyek baru Bajul Ijo bersama Marselino Ferdinan.
Kombinasi keduanya dianggap ideal untuk membangun lini serang yang lebih agresif dan modern. Marselino dengan kreativitas dan visi bermainnya, sementara Rizky menghadirkan kecepatan serta eksplosivitas di sisi sayap.
Dan di tangan Bernardo Tavares, perpaduan itu diyakini bisa menjadi fondasi lahirnya Persebaya yang lebih kompetitif pada musim 2027.
Kini, semuanya tinggal menunggu bagaimana manuver manajemen Persebaya dalam beberapa bulan ke depan. Tetapi satu hal mulai terasa jelas: Bajul Ijo tampaknya sedang menyiapkan proyek besar untuk kembali menantang dominasi papan atas sepak bola Indonesia.





